Zhengzhou, CNN Indonesia —
BYD memastikan bahwa pabrik yang dibangun Di Subang Berencana dibuat Untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik. Meski begitu, tidak menutup Kemungkinan memproduksi unit Untuk diekspor.
Hal itu diungkap Liu Xueliang selaku General Manager of the Asia-Pacific Auto Sales Division BYD Pada jumpa awak media Bersama Indonesia Di Zhengzhou, Henan, China, Kamis (15/1).
Liu menegaskan Penanaman Modal Asing BYD Di Indonesia sudah terencana Bersama jelas dan sangat Merencanakan kebutuhan pasar domestik dan ingin ekosistem terbangun Bersama baik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Sekarang Wacana kami adalah 150 ribu unit per tahun. tapi kalau pasar ada Perkembangan lebih, kami juga Berencana memperbesar produksinya,” kata Liu seperti disampaikan Lewat President Director PT BYD Indonesia, Eagle Zhao, yang juga hadir Di kesempatan tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Kami tidak hanya kerja sama Bersama supplier, tetapi kami juga Berencana kerja sama Untuk R&D dan produksi parts yang sesuai Bersama kebutuhan pasar Indonesia.”
“Untuk Kendaraan Pribadi yang nanti diproduksi Di Indonesia, tentu saja prioritasnya adalah Untuk pasar Indonesia. Tapi kalau kapasitasnya, kami Mengharapkan, kami memikirkan Untuk Penjualan Barang Ke Luar Negeri Ke luar negeri,” ucap Liu.
“Intinya adalah kami ingin membentuk rangkaian industri Kendaraan Pribadi yang sangat kuat Di Indonesia,” lanjutnya.
Liu enggan menjabarkan angka pasti jumlah Penanaman Modal Asing mereka Di Subang Smartpolitan Jawa Barat tersebut. Meski begitu Sebelumnya Itu pabrik itu disebut Memperoleh nilai Penanaman Modal Asing mencapai lebih Bersama Rp11 triliun.
Di November 2025, PT BYD Indonesia menyebut pembangunan pabrik itu sudah masuk Di tahap akhir dan optimis bisa produksi kuartal pertama 2026.
“Kami sudah mempercepat jadwal, kami ingin lebih cepat seluruh proses persiapan finalnya. Saya sendiri percaya seluruh prosesnya, dan segala pengujian dan persiapan, sudah Di tahapan penyelesaian,” ujarnya.
“Kami masih optimis Kendaraan Pribadi pertama Bersama Production 9 [Pabrik BYD di Subang] sungguh bisa kick off Di kuartal pertama 2026.”
Liu dan Eagle mengonfirmasi bahwa, Di akhir 2025, mereka sudah Merasakan sertifikat SS Untuk pabrik Di Subang yang Mengungkapkan kegiatan telah memenuhi standar yang ditetapkan Pemerintah Indonesia.
(end/mik)
Artikel ini disadur –> Cnnindonesia News: Pabrik BYD Di Subang Mulai Produksi Kendaraan Pribadi Kuartal I 2026











