loading…
KPK menyebut ada setoran atau jatah bulanan sebesar Rp7 miliar Sebagai pejabat Di Ditjen Bea Cukai. Foto/SindoNews
“Bulanan itu mencapai Disekitar Rp7 miliar, ini masih Akansegera terus didalami. Karenanya kami tidak berhenti Di pihak-pihak yang sudah ditetapkan Dugaan Pelaku. Kami Akansegera menelusuri pihak-pihak lain termasuk yang juga nanti apakah ada pihak-pihak lain yang Merasakan aliran itu,” Juru Bicara (Jubir) KPK Budi Prasetyo, Sabtu (7/2/2026).
Budi mengatakan, setoran rutin tersebut berasal Di PT Blueray Cargo (BR). Tujuannya agar Produk-barangnya masuk tanpa Melewati pengecekan Di Bea Cukai.
Baca juga: Kronologi KPK Temukan Oknum Bea Cukai Siapkan Safe House Penyimpanan Uang Rp40, Miliar dan 5,3 Kg Logam Mulia
Pelaksana Tugas (Plt) Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu menambahkan, berdasarkan data yang dihimpun, kata Asep, penerimaan jatah tersebut mulai Di Desember 2025 hingga Februari 2026.
“Berarti hanya tiga bulan. Februari 2025, Januari 2026, dan Februari 2026. Penerimaan uang ini diterima secara rutin setiap bulan sebagai jatah Untuk para oknum Ditjen Bea Cukai. Bayangkan ini Mutakhir tiga bulan jumlahnya sudah sekian, apalagi dihitung mundur berapa bulan Ke Dibelakang,” ucapnya.
Lihat video: Geger! Pejabat Bea Cukai Terjaring OTT KPK, Produk Bukti Emas 3 Kg Disita
Diberitakan Sebelumnya Itu, KPK menetapkan enam orang sebagai Dugaan Pelaku Perkara Pidana Hukum dugaan suap importasi Produk Di Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC). Salah satunya Rizal selaku Direktur Penindakan dan Penyidikan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (P2 DJBC) periode 2024 sampai Di Januari 2026.
Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: KPK Ungkap Ada Setoran Rp7 Miliar per Bulan Sebagai Pejabat Bea Cukai











