loading…
Peran Ilmu Pengetahuan pengenalan wajah, liveness detection, dan deteksi deepfake Untuk membangun kepercayaan nasabah sekaligus Mendorong Kemajuan Usaha perbankan digital. Foto/Dok
Forum strategis bertema “The Architecture of Advantage: Building the Next Decade of Indonesian Banking” ini diselenggarakan Bersama 10DX dan mempertemukan para pemimpin industri perbankan, inovator Teknologi Baru Keuangan, regulator, serta pemimpin Ilmu Pengetahuan Sebagai merancang arah masa Didepan perbankan digital Hingga Indonesia dan dunia.
Viola Meiryan, Indonesia Country Director VisionLabs, membawakan topik “From Trust to Growth: How DeepFake Recognition Levels Up Your Experience on Liveness Detection.” Untuk sesinya, Viola menjelaskan peran Ilmu Pengetahuan pengenalan wajah, liveness detection, dan deteksi deepfake Untuk membangun kepercayaan nasabah sekaligus Mendorong Kemajuan Usaha perbankan digital.
Baca Juga: BigBox AI, Solusi Face Recognition & AI Analytics Sebagai Usaha dan Pemerintah
“Transformasi perbankan digital bukan hanya soal Kecepatanakses dan kemudahan, tetapi juga tentang kepercayaan. Kami memahami bahwa kebutuhan penggunaan produk biometric bukan hanya cukup Face Recognition dan Liveness detection saja, tetapi juga harus Hingga tambahkan Deepfake detection agar mencegah adanya penyalahgunaan data pribadi Bersama pihak-pihak yang tidak bertanggung,” ujar Viola.
VisionLabs dikenal sebagai perusahaan internasional Bersama lebih Untuk 14 tahun Penghayatan Untuk Membuat Ilmu Pengetahuan pengenalan wajah, tubuh, gestur, dan biometrik. Solusi VisionLabs telah digunakan Hingga berbagai sektor, termasuk perbankan, pemerintahan, transportasi, ritel, dan Telecom, Bersama implementasi Hingga berbagai Negeri seperti Rusia, Uni Emirat Arab, Eropa, Amerika, dan Asia.
Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: Transformasi Perbankan Digital bukan Hanya soal Kecepatanakses dan Kemudahan











