loading…
Mark Zuckerberg, CEO Meta, mengisyaratkan bahwa 2026 adalah titik balik Ke mana kecerdasan buatan Akansegera merombak fundamental cara kerja. Foto: ist
Tapi, secara harfiah merombak struktur profesi Ke raksasa Keahlian Dunia, mengubah peran seorang Instruktur produk (product manager) konvensional Ke Meta menjadi sosok hibrida yang kini menjuluki diri mereka sebagai “AI Builder”.
Alat pengkodean AI Ditengah mengguncang industri Keahlian, termasuk Ke perusahaan-perusahaan seperti Google dan LinkedIn.
Jabatan Product Manager Ke Meta, misalnya, dilakukan penjenamaan ulang (rebranding). Artinya, alat pengkodean AI mengubah siapa yang berhak membangun Alat lunak Ke Untuk perusahaan.
Gelombang pergeseran ini mencuat Hingga permukaan Ke pekan lalu (19 Februari 2026), ketika Jeremie Guedj, seorang karyawan Meta yang telah menghabiskan lebih Didalam satu dekade karirnya sebagai product manager—peran yang menetapkan peta jalan dan strategi Sebagai produk yang Lalu dibangun Dari Skuat insinyur—Mengeluarkan perubahan dramatis tersebut Melewati unggahannya Ke LinkedIn.
“Saya masih tidak percaya menulis ini: mulai hari ini, pekerjaan penuh waktu saya Ke Meta adalah AI Builder,” tulisnya.
Guedj menuturkan bahwa kendati sistem internal Meta masih mencatatnya secara resmi sebagai Instruktur produk, realitas pekerjaannya Pada ini adalah membangun penuh waktu menggunakan AI Ke Untuk apa yang ia sebut sebagai Skuat “AI-native”.
Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: Jabatan Product Manager Kini Dari Sebab Itu AI Builder











