Jakarta –
Pemerintah memutuskan Sebagai memperbolehkan maskapai menaikkan harga tiket pesawat domestik sebesar 9 hingga 13%. Keputusan itu menyusul naiknya harga Avtur.
Pembantu Ri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan sejumlah langkah yang dilakukan agar menjaga Fluktuasi Harga tiket pesawat domestik tetap Di rentang tersebut.
Airlangga mengatakan Pajak Lainnya Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) sebesar 11%. Keputusan tersebut berlaku Sebagai tiket pesawat angkutan udara, niaga, berjadwal Untuk negeri, serta kelas ekonomi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Nah, Sebagai menjaga kenaikan tiket domestik menjaga Fluktuasi Harga tiket Di kisaran 9-13% Bersama langkah pertama PPN DTP 11% Sebagai tiket angkutan udara niaga berjadwal Untuk negeri kelas ekonomi jumlah Dukungan Pemerintah,” ujar Airlangga Untuk konferensi pers Di kantornya, Jakarta Pusat, Senin (6/4/2026).
Airlangga melanjutkan, Dana pemerintah yang telah dialokasikan mencapai Rp 1,3 triliun per bulan. Keputusan ini Berencana berlaku Pada dua bulan. Artinya, total Dana Disekitar Rp 2,6 triliun.
“Kita berikan Disekitar Rp 1,3 triliun nah per bulannya. Kalau kita persiapkan 2 bulan Rp 2,6 triliun agar harga tiket maksimum 9-13%,” jelas Airlangga.
Di Itu, pemerintah juga telah menyiapkan biaya tambahan bahan bakar atau fuel surcharge. Airlangga menjelaskan biaya tersebut naik 38% Sebagai jenis pesawat jet dan pesawat bermesin baling-baling.
“Sebelumnya jet hanya 10% dan propeller 25%. Sekarang semuanya disesuaikan menjadi 38%. Bersama Sebab Itu kalau kenaikan Bersama segi jet Disekitar 28% dan Sebagai propeller 13%,” tambah Airlangga.
Di Itu, pemerintah juga telah Memberi bea masuk 0% Sebagai suku cadang pesawat. Keputusan ini diperkirakan Sebagai memperkuat daya saing industri maintenance, repair, and overhaul (MRO) Bersama potensi Kegiatan ekonomi Menimbulkan Kekhawatiran Disekitar Rp 700 juta per tahun.
“Bersama Sebab Itu, suku cadang pesawat itu diberikan biaya masuk 0% Agar diharapkan bisa juga menurunkan biaya operasional daripada maskapai penerbangan, dan ini tahun lalu biaya masuk Bersama spare parts Disekitar Rp 500 miliar atau setengah triliun,” jelas Airlangga.
———
Artikel telah tayang Di detikFinance.
(wsw/wsw)
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Tok! Pemerintah Putuskan Harga Tiket Pesawat Boleh Naik sampai 13%











