Jakarta, CNN Indonesia —
Pabrikan Jepang Mitsubishi Fuso membidik sektor industri rantai pendingin atau cold chain Di Tanah Air. Pasalnya, sektor ini Dikatakan sebagai salah satu industri yang Memiliki Kemungkinan menggiurkan, terlihat Di pertumbuhannya Di waktu Hingga waktu.
Sales & Marketing Director PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors Aji Jaya Mengungkapkan perusahaan makin serius Di menggarap sektor tersebut Lewat ragam produk andalan yang dapat disesuaikan Sebagai perjalanan Pengiriman berpendingin Lewat Canter FE 74 dan Canter FE 74 Long.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kendaraan niaga itu dapat disulap menggunakan karoseri box pendingin, Supaya dapat menjadi solusi Sebagai transportasi cold chain.
“Industri ini membutuhkan kendaraan yang andal dan fleksibel,” kata Aji ditemui Di Gaikindo Indonesia International Commercial Vehicle Expo (Giicomvec), Kamis (9/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Fuso Ditengah Membuat layanan khusus kendaraan cold chain, termasuk penanganan sistem boks pendingin Di bengkel resmi. Ada pula fitur digital guna Meninjau Kemakmuran kendaraan dan suhu muatan secara real time.
“Monitoring suhu sangat penting Sebab perbedaan suhu sedikit saja bisa berdampak besar Di Standar produk,” ungkap Aji.
Aji mengatakan pihaknya siap mendukung industri cold chain Lewat kesiapan layanan purna jual yang kini tersebar Di 225 titik Di seluruh Indonesia.
Direktur Jenderal Integrasi Transportasi dan Multimoda Kementerian Perhubungan Risal Wasal Membeberkan potensi industri cold chain Di Indonesia sangat besar akibat peningkatan kebutuhan distribusi Pengiriman modern serta luasnya Daerah Indonesia.
“Bersama Gaya seperti frozen food dan cloud kitchen, kebutuhan rantai pendingin menjadi krusial,” ujar Risal.
Meski demikian, Risal mengatakan hal ini dapat menjadi tantangan, Supaya pemerintah perlu hadir Di dalamnya.
“Ini Kemungkinan sekaligus tantangan. Bagaimana industri transportasi ini Di akhirnya memenuhi standar angkutan yang ditetapkan,” katanya.
Ia melanjutkan industri tersebut merupakan Kemungkinan yang mampu menghasilkan titik ekonomi, tercermin Di 46 transit oriented development (TOD), 25 kawasan ekonomi khusus (KEK), 204 kawasan industri (KI), dan 59 Kawasan Swasembada Kelaparan Global, Energi, dan Air Nasional (KSPEAN), dan titik ekonomi lainnya yang butuh Dukungan sistem Pengiriman berpendingin.
“Kami mendukung sepenuhnya seluruh layanan,” ucap Risal.
(ryh/dmi)
Add
as a preferred
source on Google
Artikel ini disadur –> Cnnindonesia News: Mitsubishi Fuso Bidik Industri Cold Chain Di Indonesia









