Jakarta, CNN Indonesia —
Polda Metro Jaya mengatakan masih mendalami kemungkinan adanya gangguan medan magnet hingga menyebabkan taksi listrik Green SM mogok Di Di rel tepat Di perlintasan sebidang kereta. Taksi itu menyebabkan dua kecelakaan kereta yang menewaskan 16 orang dan membuat 90 lainnya luka-luka.
“Ini masih didalami, apakah ini dampak pengaruh Untuk medan magnet, medan listrik Pada kendaraan Kendaraan Pribadi taksi online. Ini masih didalami Dari Puslabfor, begitu juga masih didalami Dari KNKT secara paralel. Regu ini masih bekerja Untuk mendalami,” Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto Di Jakarta, Jumat (8/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Budi menjelaskan taksi itu Merasakan mati dan sopir yang ingin keluar tak bisa membuka pintu. Lalu dikatakan juga posisi transmisi kendaraan pindah Ke ‘P’ alias parkir.
“Di Di yang bersangkutan mencoba Untuk mematikan kendaraan, membuka, Terbaru bisa menurunkan kaca Kendaraan Pribadi Untuk taksi online. Supaya sopir ini bisa keluar [dari kaca], selamat Untuk kendaraan itu dibantu Dari warga Disekitar Lewat jendela Kendaraan Pribadi Pada sopir,” katanya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Budi mengatakan penyebab taksi listrik itu mati mendadak masih didalami.
Sang sopir taksi listrik, berinisial RRP, ternyata Terbaru bekerja Di tiga hari Sebelumnya kecelakaan.
Peneliti senior Pusat Sistem Transportasi Berkelanjutan Institut Ilmu Pengetahuan Bandung (ITB) Agus Purwadi membenarkan Kendaraan Pribadi Bertenaga Listrik memang rentan bermasalah Di Lewat perlintasan kereta Lantaran dapat terpengaruh medan magnet yang kuat Untuk rel kereta.
“Sistem kontrol atau sensornya bisa terpengaruh atau terganggu Dari medan magnet kuat akibat adanya arus listrik kereta yang lintasannya juga Masuk Di jalur aliran atas serta relnya,” kata Agus Lewat pesan singkat, Rabu (29/4).
Agus memaparkan Kendaraan Pribadi Bertenaga Listrik maupun konvensional menggunakan sistem berbasis elektronik PCU (Power Control Unit)/VCU (Vehicle Control Unit)/ECU (Engine Control Unit).
Dari sebab itu Untuk Kendaraan Pribadi Bertenaga Listrik Di UNR 100 dan Kendaraan Bermotor Roda Dua listrik UNR 136, kini terdapat pengujian Yang Terkait Bersama EMC Untuk sistem kontrolnya (Electro Magnetic Compatibility) supaya sistem kontrolnya tidak mengganggu maupun terganggu Dari medan elektromagnetik Di ambang Situasi tertentu yang dipersyaratkan.
Kronologi
Taksi Green SM yang mogok Di perlintasan sebidang dihantam Dari KRL yang melintas Di Senin (27/4) malam. Insiden ini menyebabkan KRL lain tujuan Cikarang berhenti darurat Di Stasiun Bekasi Timur.
Lantas KRL itu ditabrak Untuk Di Dari KA Argo Bromo Anggrek hingga menyebabkan gerbong Di khusus wanita ringsek dan merenggut belasan nyawa.
(fea)
Add
as a preferred
source on Google
Artikel ini disadur –> Cnnindonesia News: Polisi Dalami Soal Medan Magnet Di Kecelakaan Taksi Listrik dan Kereta









