loading…
Pesawat Pembom B-1B Lancer. Foto/ Daily
Departemen PertahananAS Lagi Mengkaji Wacana Sebagai mengembalikan kemampuan senjata nuklir Ke pesawat pembom strategis B-1B Lancer. Ini adalah langkah penting yang dapat membalikkan keputusan denuklirisasi yang dibuat berdasarkan Perjanjian Pengurangan Senjata Strategis (START) Ke tahun
Awalnya, B-1B Lancer dirancang sebagai pesawat pembom nuklir utama, yang mampu menembus Lini Pertahanan udara Soviet Ke ketinggian rendah. Tetapi, Setelahnya runtuhnya Uni Soviet, Amerika Serikat menonaktifkan senjata nuklir pesawat tersebut Ke tahun 1994-1995 sesuai Di Perjanjian START I.
Di proses ini, peralatan khusus Sebagai menggantung dan Mengadakan senjata nuklir, beserta sistem tenaga Yang Terkait Di, dibongkar. Ke tahun 2011, seluruh armada B-1B secara resmi diklasifikasi ulang sebagai pesawat yang hanya membawa senjata konvensional. Setiap tahun, inspektur Rusia melakukan pemeriksaan Sebagai memverifikasi kepatuhan Pada perjanjian internasional AS mengenai jenis pesawat ini.
Keahlian yang ditingkatkan dan kemampuan tempur hipersonik.
Menurut laporanmiliter, Pentagon telah Membuat tiang penyangga eksternal khusus yang memungkinkan B-1B membawa rudal jelajah berhulu ledak nuklir. Yang Memikat, setiap tiang penyangga Mutakhir ini dirancang Sebagai menampung dua rudal secara bersamaan.
Pesawat pembom B-1B Lancer Berencana mampu Mengadakan senjata hipersonik Di tiang penyangga eksternal.
Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: AS Berencana Pasang Senjata Nuklir Sebagai Pesawat Pembom B-1B Lancer











