loading…
Federal Reserve (The Fed) kembali mempertahankan suku bunga acuan membuat pergerakan harga Bitcoin relatif stabil. FOTO/Unplash
“Bagi pasar, yang terpenting bukan hanya apakah suku bunga dinaikkan atau dipertahankan, tetapi juga seberapa besar kepastian yang diberikan Di arah Keputusan berikutnya. Ketika hasil FOMC sesuai Didalam ekspektasi, ruang Bagi volatilitas akibat kejutan Keputusan cenderung berkurang, Agar ini Menunjukkan bahwa sentimen pasar terbentuk Didalam kombinasi berbagai faktor, bukan hanya satu indikator saja,” ujar Chief Marketing Officer Indodax Aloysia Dian Di keterangannya, Jumat (31/7/2026).
Baca Juga: Bitcoin Kembali Hingga Level USD65.500, Didukung Regulasi AS dan Arus ETF
Berdasarkan data perdagangan Hingga Indodax, harga Bitcoin bergerak stabil Hingga kisaran Rp1,15 miliar hingga Rp1,172 miliar Sebelum pengumuman hasil FOMC. Respons pasar yang terbatas mencerminkan bahwa keputusan Pengatur Moneter AS telah diperhitungkan Sebelumnya Dari pelaku pasar.
Keputusan tersebut menjadi kali kelima secara berturut-turut The Fed mempertahankan suku bunga acuan. Meski demikian, hasil pemungutan suara yang terbelah 9 berbanding 3 Menunjukkan masih adanya perbedaan pandangan Hingga kalangan pejabat Pengatur Moneter mengenai arah Keputusan moneter Hingga Di.
Aloysia mengatakan Keputusan suku bunga The Fed Memiliki pengaruh yang luas Di pasar keuangan Internasional Sebab memengaruhi likuiditas, biaya pendanaan, serta preferensi investor Di aset berisiko, termasuk aset kripto. Sebab itu, setiap perubahan arah Keputusan moneter Amerika Serikat Berpeluang memengaruhi pergerakan Bitcoin maupun instrumen Penanaman Modal lainnya.
Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: The Fed Bertahan Suku Bunga Kelima Kalinya, Bitcoin Cenderung Stabil











