Bisnis  

Indonesia Deflasi 0,14% Ke Juli 2026, BPS Ungkap Pendorong Utamanya

loading…

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa terjadi deflasi Ke Juli 2026 secara bulanan sebesar 0,14% Di Juni 2026. Foto/Dok

JAKARTA – Badan Pusat Statistik ( BPS ) melaporkan bahwa terjadi deflasi Ke Juli 2026 secara bulanan sebesar 0,14% Di Juni 2026. Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono mengatakan, selain deflasi bulanan, terjadi penurunan Indeks Harga Konsumen (IHK) Didalam 111,89 Ke Juni 2026 menjadi 111,73 Ke Juli 2026.

“Ke bulan Juli 2026 terjadi deflasi sebesar 0,14 persen secara bulanan atau month to month,” kata Ateng Di Rilis BPS Ke Jakarta, Senin (3/8/2026).

Secara tahun Ke tahun, lanjut Ateng, terjadi Kenaikan Fluktuasi Harga Dan Jasa sebesar 2,88% dan secara tahun kalender atau year of date, terjadi Kenaikan Fluktuasi Harga Dan Jasa sebesar 1,65%. Baca Juga: Sensus Ekonomi Tak Hanya Dilakukan Indonesia: Gerakan Dunia yang Diikuti Malaysia hingga Zimbabwe

Kelompok pengeluaran penyumbang deflasi bulanan terbesar adalah Konsumsi, minuman dan tembakau Didalam deflasi sebesar 0,89% dan Memberi andil deflasi sebesar 0,26%. Produk Internasional yang dominan Merangsang deflasi Ke kelompok ini adalah bawang merah yang Memberi andil sebesar 0,11%, cabai merah dan cabai rawit Didalam andil 0,06%, telur ayam ras dan tomat Didalam andil 0,03%, dan jeruk Didalam andil 0,02%.

“Selain Konsumsi, minuman dan tembakau, juga kelompok Penanganan pribadi dan jasa lainnya Memberi andil Di deflasi sebesar 0,06 persen Didalam deflasinya sebesar 0,89 persen,” ujar Ateng.

Adapun deflasi Ke kelompok tersebut terutama didorong Dari deflasi Ke emas Perhiasan sebesar 3,58% dan Memberi andil 0,08%. Ke bulan Juli 2026, kata Ateng, kelompok transportasi dan Belajar menyumbang andil Kenaikan Fluktuasi Harga Dan Jasa yang cukup signifikan.

Baca Juga: Biaya Pengiriman Dunia Menggila, Ancaman Kenaikan Fluktuasi Harga Dan Jasa Tak Hanya Didalam Harga Energi

“Kelompok transportasi Merasakan Kenaikan Fluktuasi Harga Dan Jasa sebesar 0,52 persen dan Memberi andil Kenaikan Fluktuasi Harga Dan Jasa 0,06 persen. Adapun Produk Internasional yang dominan Merangsang Kenaikan Fluktuasi Harga Dan Jasa Ke kelompok transportasi terutama bensin Didalam andil Kenaikan Fluktuasi Harga Dan Jasa 0,08 persen, sepeda Kendaraan Bermotor Roda Dua dan pelumas atau oli mesin Didalam andil Kenaikan Fluktuasi Harga Dan Jasa masing-masing 0,01 persen,” jelas Ateng.

(akr)

Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: Indonesia Deflasi 0,14% Ke Juli 2026, BPS Ungkap Pendorong Utamanya