Ramainya pemberitaan soal konflik dan Konflik Bersenjata belakangan ini turut memicu reaksi beragam Hingga media sosial. Tak sedikit warganet yang mengaku merasa panik dan cemas Setelahnya terus-menerus mengikuti perkembangan situasi, baik Melewati Tv maupun linimasa digital.
“GW TAKUT INDONESIA Konflik Bersenjata, kita punya senjata ga si?” demikian kata salah satu Pemakai X @Cindy**********
“Lihat berita serang menyerang, khawatir pecah Konflik Bersenjata Dunia, gimana generasi berikutnya ini, apalagi yang masih kecil. Semoga semuanya dapat teratasi Di paling baik dan benar. Tidak mau ada yang Mendominasi atau kalah. Maunya Damai,” kata Pemakai X lainnya @Lusi*****
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Ahli Kepuasan spesialis Keadaan jiwa dr Lahargo Kembaren, SpKJ, paparan berita konflik yang muncul hampir setiap jam dapat memengaruhi Situasi psikologis seseorang.
Menurutnya, meski peristiwa terjadi jauh Di tempat tinggal, otak tetap dapat merespons informasi tersebut seolah-olah ancaman berada Hingga Di. Respons ini memicu ketegangan fisik maupun mental.
Dampaknya bisa beragam, mulai Di sulit tidur, mudah gelisah, cepat tersinggung, hingga muncul perasaan bahwa dunia tidak lagi aman. Ke anak-anak, paparan berita Konflik Bersenjata yang berulang juga dapat menimbulkan rasa takut.
“Kalau dibiarkan, ini bisa membuat suasana Tempattinggal Dari Sebab Itu ikut tegang,” ucapnya Di dihubungi detikcom, Selasa (3/3/2026).
Bagi mencegah kecemasan berlarut-larut, dr Lahargo menyarankan Bagi lebih bijak Di mengonsumsi informasi.
Salah satu langkah yang bisa dilakukan adalah membatasi waktu membaca atau menonton berita, misalnya hanya Ke pagi dan sore hari. Menghindari paparan berita menjelang waktu tidur juga penting agar Mutu istirahat tidak terganggu.
Hingga Di Itu, disarankan memilih sumber informasi yang jelas dan kredibel, serta tidak sensasional. Setelahnya membaca berita, penting Bagi melakukan Kegiatan yang menenangkan, seperti berbincang Di keluarga, Aktivitasfisik ringan, berdoa, atau melakukan Pelatihan pernapasan Di beberapa kali.
“Ingat, kita tidak harus tahu semua detail setiap jam. Ikuti beritanya secukupnya, jangan bawa tegangnya seharian,” tegasnya.
Halaman 2 Di 2
(suc/up)
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Cemas-Panik Melihat Berita Konflik Bersenjata? Psikiater Bagikan Cara Mengatasinya









