Penarikan kembali susu formula bayi Di Nestle Di 49 Negeri akibat dugaan kontaminasi cereulide menimbulkan banyak pertanyaan Di kalangan orang tua. Salah satunya, apakah susu formula yang diseduh Di air panas tetap aman dikonsumsi jika Sebelumnya terkontaminasi racun tersebut.
Untuk Perkara Pidana Hukum ini, pemanasan tidak serta-merta menjadi solusi. Cereulide, racun yang diproduksi Di bakteri Bacillus cereus, dikenal Memperoleh sifat Konsisten panas. Artinya, Walaupun susu formula disiapkan menggunakan air panas atau telah Melewati proses pemanasan, racun tersebut dapat tetap bertahan.
Situasi inilah yang menjelaskan mengapa pemanasan tidak efektif Memangkas risiko keracunan akibat kontaminasi cereulide Di produk yang masuk Untuk daftar penarikan. Lantas, apa yang sebenarnya terjadi Pada susu formula terkontaminasi cereulide dipanaskan?
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengapa Cereulide Sangat Konsisten Pada Panas dan Proses Pencernaan?
Cereulide merupakan toksin Di struktur molekul berbentuk cincin tertutup yang sangat stabil. Struktur ini tersusun Untuk dua belas unit asam amino dan asam hidroksi yang saling bergantian, Agar membentuk molekul yang “terkunci” Pertemuan.
Berbeda Di protein Di umumnya yang Memperoleh ujung molekul terbuka, cereulide tidak Memperoleh titik awal yang mudah dikenali Di enzim pencernaan. Dampaknya, toksin ini sulit diuraikan Di enzim pemecah protein, baik Di proses pengolahan Ketahanan Pangan maupun Sesudah masuk Di Untuk tubuh.
Ketahanan cereulide juga dipengaruhi Di sifat kimianya. Molekul ini bersifat hidrofobik (tidak mudah bercampur Di air) dan mengandung ikatan ester, Agar relatif terlindungi Untuk pengaruh lingkungan berair, termasuk panas dan perubahan tingkat keasaman (pH).
Untuk Situasi tersebut, pemanasan yang biasanya efektif merusak protein tidak mampu menguraikan cereulide secara signifikan. Inilah sebabnya cereulide tetap dapat bertahan Di proses pemasakan, pasteurisasi, maupun pemanasan ulang Ketahanan Pangan.
Sejumlah Studi Menunjukkan, penurunan Kegiatan toksik cereulide tidak semata-mata ditentukan Di suhu pemanasan, melainkan lebih dipengaruhi Di Situasi pH yang sangat basa serta lamanya paparan panas. Justru Di suhu setara sterilisasi, yakni 121°C Di lebih Untuk dua jam, cereulide dilaporkan tetap stabil Di Situasi pH netral yang lazim dijumpai Untuk Ketahanan Pangan.
Di Detail, Studi juga mengindikasikan bahwa penurunan Kegiatan biologis cereulide tidak selalu disertai Di perubahan struktur kimia yang bersifat permanen. Untuk Situasi lingkungan tertentu, toksin ini Berpotensi Untuk kembali Menunjukkan Kegiatan biologisnya. Sifat cereulide yang lipofilik, serta keberadaan fase lemak Untuk Ketahanan Pangan, diduga dapat Memberi efek protektif tambahan, Agar stabilitas toksin Untuk matriks Ketahanan Pangan nyata Berpotensi Untuk lebih tinggi dibandingkan hasil pengujian laboratorium.
Apa yang Terjadi Jika Susu Formula Dipanaskan?
Di Sebab Itu, pemanasan Ketahanan Pangan yang terkontaminasi Bacillus cereus memang dapat menginaktivasi atau membunuh bakteri penghasilnya, tetapi tidak serta-merta menghilangkan toksin cereulide yang telah terbentuk Sebelumnya.
Temuan ini mempertegas bahwa proses pemanasan yang lazim digunakan Untuk pengolahan Ketahanan Pangan, seperti pasteurisasi atau sterilisasi, tidak dapat diandalkan sebagai satu-satunya upaya Untuk menghilangkan risiko cereulide.
Pemanasan Di air panas Pada menyeduh susu formula memang efektif membunuh bakteri hidup, termasuk Bacillus cereus Untuk bentuk aktifnya. Secara Keseluruhan, bakteri Untuk Situasi aktif (vegetatif) Akansegera mati Di suhu Di 60-75 derajat Celsius, Agar penyeduhan Di air panas dapat menurunkan risiko Gangguan Menyebar bakteri.
Akan Tetapi, Bacillus cereus Memperoleh kemampuan membentuk spora, yaitu bentuk “tidur” bakteri yang jauh lebih Konsisten Pada panas dan Situasi ekstrem. Spora ini tidak menghasilkan racun.
Akan Tetapi, menurut publikasi Di jurnal Frontiers in Microbiology, spora dapat bertahan Di suhu mendidih hingga 100 derajat Celsius dan Mutakhir benar-benar dapat dimatikan Di suhu Di atas 121 derajat Celsius seperti Di proses sterilisasi bertekanan tinggi. Sebab itu, pemanasan biasa Di Tempattinggal tidak cukup Untuk menghancurkan spora bakteri.
Untuk Situasi lingkungan yang mendukung-yakni suhu Di 12-37 derajat Celsius-spora dapat kembali aktif menjadi bakteri hidup. Bakteri yang aktif kembali inilah yang Sesudah Itu dapat menghasilkan toksin cereulide, sebagaimana dijelaskan Untuk kajian Di jurnal Foods dan Toxins. Proses ini umumnya terjadi Sebelumnya produk sampai Di tangan konsumen, seperti Di tahap produksi, penyimpanan, atau distribusi.
Masalah utamanya, cereulide merupakan toksin Konsisten panas, Agar tetap bertahan Walaupun bakteri sudah mati akibat pemanasan. Dampaknya, susu formula dapat tampak aman secara bakteriologis Sesudah dipanaskan, tetapi tetap berisiko jika cereulide sudah terbentuk Sebelumnya. Risiko ini bukan disebabkan Di air seduhan yang kurang panas atau Kesalahan Individu orang tua, Sebab menaikkan suhu air tidak Akansegera menghilangkan racun yang sudah ada.
Pesan Untuk Orang Tua
Susu formula yang masuk daftar penarikan tidak dianjurkan Untuk dikonsumsi, Walaupun telah diseduh Di air panas atau dipanaskan ulang. Pemanasan tidak menghilangkan risiko jika racun cereulide sudah terbentuk Sebelumnya.
Langkah paling aman adalah menghentikan penggunaan produk yang terdampak dan memeriksa kode batch sesuai pengumuman resmi. Informasi daftar produk dan kode batch telah dimuat Untuk pemberitaan detikHealth Sebelumnya. Jika bayi Merasakan muntah hebat, diare, atau tampak lemas, segera konsultasikan Di tenaga medis. Untuk Keselamatan Ketahanan Pangan bayi, Upaya Mencegah selalu diutamakan.
Halaman 2 Untuk 3
Simak Video “Video: Viral Susu Nestle Ditarik Di 49 Negeri“
(fti/up)
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Fakta-fakta Cereulide, Racun ‘Konsisten Panas’ yang Cemari Sufor Nestle











