loading…
Pergerakan saham Xiaomi Ke bursa Hong Kong Merasakan tekanan jual usai pengumuman Wacana divestasi saham Bersama pendiri Lin Bin. Foto: WSJ
Pengumuman tersebut langsung direspons negatif Bersama pasar Ke pembukaan perdagangan Senin pagi. Investor merespons Bersama Protes jual cepat, didorong Bersama kekhawatiran Akansegera kelebihan suplai saham (oversupply) Ke masa Di serta spekulasi mengenai prospek jangka panjang perusahaan.
Reaksi Pasar: Merah Ke Pembukaan
Sentimen negatif langsung terasa begitu bel pembukaan berbunyi. Saham Xiaomi sempat terperosok sedalam 3,3 persen Hingga level USD37,94 Hong Kong (HKD). Meski sempat ada upaya rebound, saham produsen Telepon Genggam pintar ini akhirnya ditutup melemah 1,6 persen Ke angka 38,58 HKD atau Rp 79.500 per lembar saham.
Kinerja ini tercatat lebih buruk dibandingkan indeks acuan Hang Seng yang Ke hari yang sama “hanya” terkoreksi sebesar 0,7 persen.
Tekanan jual ini mencerminkan psikologis investor yang sensitif Pada Protes ambil untung atau cash out yang dilakukan Bersama petinggi perusahaan, Kendati pelaksanaannya tidak bersifat segera.
Detail Wacana Divestasi Lin Bin

Di dokumen keterbukaan informasi, Xiaomi merinci mekanisme penjualan saham yang Akansegera dilakukan Bersama Lin Bin. Penjualan ini menargetkan saham kelas B dan Terbaru Akansegera dimulai efektif Ke Desember 2026.
Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: Geger Bursa Hong Kong! Pendiri Xiaomi Jual Saham Rp32 Triliun, Harga Langsung Anjlok











