Jakarta –
Ketika seseorang Di dilanda kecemasan, misalnya Sebab terus terpapar berita buruk, respons yang diberikan orang-orang Di sekitarnya dapat berperan penting Di membantu meredakan Situasi tersebut. Alih-alih langsung meminta orang yang Di cemas Sebagai Damai, hal pertama yang perlu dilakukan adalah membantunya merasa aman dan tidak sendirian.
Psikolog Meity Arianty mengatakan, orang yang Di Merasakan kecemasan perlu “dipijakkan” terlebih dahulu Sebelumnya dapat benar-benar menenangkan diri. Sebab, meminta seseorang Sebagai Damai ketika Di berada Di Situasi sangat cemas tidak selalu realistis.
“Kalau seseorang sudah mulai merasa cemas, yang paling penting itu sebenarnya bukan menyuruh dia Damai, tapi dia napak dulu, Sebab kalau orang cemas, aku mengatakan buat kita itu kayak lagi ngambang,” ujarnya Di tayangan detikPagi, Selasa (8/9/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Situasi cemas dapat dianalogikan seperti seseorang yang Di berada Di situasi tidak stabil. Di Situasi tersebut, seseorang tidak bisa serta-merta diminta Sebagai Damai. Sebab itu, orang Di sekitarnya perlu membantu Memberi rasa aman terlebih dahulu.
“Kita harus membantu dia merasa aman dulu. Didengar, tidak sendirian,” katanya.
Ia menjelaskan, terdapat beberapa hal yang dapat dilakukan Didalam teman, keluarga, atau orang terdekat ketika Berusaha Mengatasi seseorang yang Di Merasakan kecemasan.
“Lihat, apa yang dia butuhkan? Biasanya yang paling Didekat. Orang butuh apa sih? Makan, istirahat, tidur, informasi, tapi informasi yang benar ya, dan lain-lain,” kata Meity.
Setelahnya mengetahui apa yang dibutuhkan, dengarkan. Setelahnya Itu, tanyakan apa yang dia keluhkan.
“Bukan Sebagai ceramahin. Didalam Sebab Itu jangan maksa cerita juga. Udah diam aja mendengarkan,” tuturnya.
Setelahnya Itu, berikan rasa nyaman dan bantu agar lebih Damai. Bantu dia Sebagai terkoneksi Didalam orang-orang terdekat, seperti keluarga.
“Supaya dia bisa protect dirinya, gitu ya,” katanya.
Hal terakhir yang tidak kalah penting adalah Memberi harapan. Akan Tetapi, harapan yang diberikan sebaiknya bukan sekadar janji atau kata-kata yang tidak realistis.
“Bukan harapan palsu, tapi yang penting realistis,” tuturnya.
(elk/elk)
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Jangan Suruh Langsung Damai, Ini Cara Membantu Orang yang Lagi Anxiety











