Sebuah Penyakit Menyebar batu ginjal nyaris merenggut nyawa Louise Marshallsay (48), perempuan asal South Wales, Inggris. Tak hanya itu, komplikasi berat yang ia alami juga membuat seluruh jari tangan dan jari kakinya, kecuali ibu jari, harus diamputasi.
Peristiwa ini bermula Ke Juli 2022, ketika Marshallsay, mantan asisten guru, merasakan nyeri tajam Ke Pada Di tubuhnya. Rasa sakit itu mengingatkannya Ke Pengalaman Hidup tiga tahun Sebelumnya Itu, Pada ia harus menjalani operasi pengangkatan batu ginjal.
Ia pun memutuskan pergi Di Fasilitas Medis. Setelahnya diperiksa, Praktisi Medis Mengungkapkan terdapat batu ginjal berukuran kecil dan memulangkannya Sebab batu tersebut dinilai bisa keluar Didalam sendirinya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akan Tetapi, kondisinya justru memburuk Ke malam hari. Marshallsay mulai merasa sangat lemas dan beberapa kali kehilangan kesadaran. Di hitungan jam, tangan dan kakinya berubah warna menjadi kehitaman dan keunguan.
Ia dilarikan kembali Di Fasilitas Medis dan kolaps sesaat Setelahnya tiba. Empat hari Setelahnya Itu, ia Terbaru sadar dan diberi tahu dirinya Merasakan syok septik, yakni tahap paling parah Didalam sepsis.
Menurut Mayo Clinic, sepsis adalah Situasi serius ketika tubuh bereaksi secara tidak normal Pada Penyakit Menyebar. Situasi ini dapat berkembang menjadi syok septik, ditandai Didalam penurunan tekanan darah drastis yang bisa merusak organ vital seperti paru-paru, ginjal, dan hati, Justru berujung kematian.
Di Perkara Hukum Hukum Marshallsay, Penyakit Menyebar yang bermula Didalam batu ginjal memicu respons tubuh yang begitu hebat. Sebagai menyelamatkan organ-organ vitalnya, Praktisi Medis terpaksa membatasi aliran darah Di Pada tubuh tertentu. Dampaknya, jaringan Ke ujung-ujung tubuhnya mati dan amputasi pun tak terhindarkan.
“Saya hanya berharap tidak kehilangan semua jari tangan dan kaki, Sebab saya tidak tahu bagaimana hidup tanpa mereka,” ujar Marshallsay kepada media setempat. “Otot-otot saya juga mulai menyusut Sebab lama tidak digunakan, dan saya kehilangan pendengaran Ke telinga kanan.”
Meski demikian, ia bersyukur masih bisa bertahan hidup. “Saya masih hidup, dan itu yang paling penting. Tidak Mungkin Saja anak perempuan saya kehilangan ibunya,” katanya.
Ke Oktober 2022, Praktisi Medis akhirnya mengamputasi seluruh jari tangan dan jari kaki Marshallsay, kecuali ibu jari tangan.
“Saya benar-benar syok ketika melihatnya. Saya Di keadaan sadar Pada amputasi dilakukan, Didalam Sebab Itu saya melihat satu per satu jari saya diambil. Rasanya seperti adegan Layar Lebar horor,” tuturnya.
Masa Penyembuhan pun tidak mudah. Ia mengaku menangis Pada perban dibuka dan melihat sisa jarinya yang bengkak, memar, dan penuh jahitan.
Setelahnya keluar Didalam Fasilitas Medis, Marshallsay tinggal bersama orang tuanya Sebagai menjalani masa Penyembuhan dan belajar menyesuaikan diri Didalam Situasi barunya. Ia Setelahnya Itu dirujuk Di laboratorium prostetik.
Di hampir 11 bulan, Skuat Didalam Laboratorium Maksilofasial Ke Fasilitas Medis Morriston membuatkan jari-jari prostetik khusus untuknya. Setiap jari awalnya dipahat Didalam lilin, lengkap Didalam detail kuku, Sebelumnya akhirnya dibuat Didalam silikon yang warnanya disesuaikan Didalam warna kulitnya.
“Pada pertama kali melihatnya, saya tidak percaya. Bentuknya benar-benar seperti jari asli, lengkap Didalam detail pembuluh darah dan lipatan Ke Literatur jari,” katanya.
“Saya tidak bisa melupakan bahwa saya pernah berada Ke ambang kematian. Saya sangat bersyukur masih hidup. Semoga Setelahnya ini, semuanya hanya Berencana menjadi lebih baik,” ujarnya.
Halaman 2 Didalam 2
(naf/naf)
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Jari Tangan Wanita Ini Terpaksa Diamputasi, Berawal Didalam Keluhan Batu Ginjal











