Seorang wanita bernama Airin Stanyawati (32), karyawan swasta Ke Jakarta Selatan, harus Berjuang Bersama Situasi mengejutkan Sesudah didiagnosis stroke Di pertengahan Januari 2026.
Airin bercerita bahwa stroke tersebut datang Sebab ada penyumbatan Ke otaknya. Situasi yang datang tiba-tiba tanpa ada ‘alarm’ yang nyata Sebelumnya.
“Di hari itu ya, Karena Itu pagi-pagi itu cuci muka terus kok sadar mata kecil sebelah. Kirain cuman sakit mata aja sih kayak biasa bangun tidur mata suka bengkak kan,” kata Airin kepada detikcom, Minggu (1/2/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sesudah itu, Airin mengaku tidak menggubris tanda-tanda tersebut dan lanjut bekerja seperti biasanya. Akan Tetapi, kejanggalan-kejanggalan lain mulai muncul.
“Habis makan siang pas naik Ke atas tiba-tiba ngantuk. Ngantuknya tuh menguap-menguap lima kali gitu lah, dan berturut-turut ya. Biasanya kan orang kalau menguap satu-satu ya dan menguap besar gitu, Mungkin Saja kurang oksigen otaknya kali ya,” kata Airin.
“Terus ngobrol sama temen kok lidah kaku gitu, Karena Itu kalau ngomong kayak nyeret gitu,” sambungnya.
Di titik ini, Airin mulai Memahami ada yang aneh Bersama tubuhnya. Akan Tetapi, ia tetap melanjutkan pekerjaan seperti biasanya.
“Bersama situ nyadar kok lidah berat banget. Terus balik Ke Tatakan, pas Ke Tatakan itu ngaca, pas ngaca senyum kan, tapi pas senyum kok nggak sinkron. Kanan kirinya nggak simetris gitu,” kata Airin.
“Terus Bersama situ mulai deg-degan banget kan, panik juga gitu. Terus Sesudah itu coba nge-chat suami ngabarin. Tapi kok kaya typo-typo gitu, nggak tahu panik atau serangan juga,” sambungnya.
Akumulasi Kebocoran Jantung
Airin Sesudah Itu dibawa Ke Unit Gawat Darurat (UGD) Sebagai memeriksakan kondisinya tersebut. Bersama Ahli Kebugaran saraf, sudah mendiagnosis awal bahwa ini adalah TIA (Transient Ischaemic Attack) Sebab muncul keanehan Ke muka Airin.
“Langsung ranap (rawat inap), terus dia (Ahli Kebugaran saraf) bilang nanti sore langsung MRI. Ranap dan masuk infus itu pelan-pelan bicaranya udah balik, udah normal,” kata Airin.
Sesudah Merasakan hasil MRI, Airin dan keluarga mengetahui bahwa ini bukan lagi TIA, melainkan stroke. Dirinya Merasakan penanganan lanjutan yakni Digital Subtraction Angiography (DSA), dan akhirnya ditemukan ada plak Ke pembuluh darah Ke otaknya.
Akan Tetapi, perjuangan Airin tidak sampai Ke sini. Ia Merasakan serangan stroke kedua Sesudah DSA, Agar Ahli Kebugaran merekomendasikan Sebagai mengecek Situasi jantung Ke Ahli Kebugaran spesialis.
“Katanya, itu indikasi jantung kamu bolong. Kaget ya, Sebab Bersama kecil nggak ada keluhan apa-apa. Dia (Ahli Kebugaran) bilang nanti kita cek ya jantungnya Bersama bubble test,” kata Airin.
Bersama sini Airin didiagnosis Memiliki Patent Foramen Ovale (PFO) atau lubang Ke jantung yang tidak menutup sebagaimana mestinya. Dan Airin memutuskan Sebagai melakukan operasi penutupan PFO.
“Karena Itu biar gumpalan darahnya nggak Berlarilah Ke otak yang menyebabkan stroke gitu,” kata Airin.
“Sekarang udah aman sih. Maksudnya nggak ada komplikasi juga terus nggak ada yang dirasain juga. Bersama jantungnya nggak ada yang aneh, nggak ada yang beda,” tutupnya.
Halaman 2 Bersama 3
(dpy/suc)
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Kisah Wanita Ke Jaksel Kena Stroke Ke Usia 32, Awalnya Dikira Cuma Sakit Mata











