Bisnis  

Kredit Pintar Dorong Kelompok Lebih Bijak Manfaatkan Pendanaan Digital

loading…

Kredit Pintar Mendorong Perkembangan industri Teknologi Baru Keuangan lending Hingga Indonesia diikuti pengambilan keputusan Keuangan yang bertanggung jawab. FOTO/dok.SindoNews

JAKARTA – Kredit Pintar Mendorong Perkembangan industri Teknologi Baru Keuangan lending Hingga Indonesia tidak hanya berorientasi Di perluasan akses pembiayaan, tetapi juga diikuti pengambilan keputusan Keuangan yang bertanggung jawab. Langkah tersebut ditempuh seiring outstanding Teknologi Baru Keuangan lending yang mencapai Rp105,14 triliun hingga Juni 2026 berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

“Memberi akses pembiayaan adalah satu Dibagian Bersama peran kami. Tetapi, peran yang lebih besar adalah membantu Kelompok memahami kapan mereka membutuhkan pendanaan, menentukan jumlah yang sesuai Bersama kemampuan, dan tetap Memiliki kendali sampai kewajibannya terpenuhi. Inilah yang kami maksud Bersama Kredit Pintar sebagai Teman Atur Uang,” kata Ri Direktur Kredit Pintar Ronny Kasim Di keterangan pers, Minggu (23/8/2026).

Baca Juga: Makin Banyak Warga RI Terjerat Pinjol, Nilainya Tembus Rp105 Triliun

Menurut Ronny, kemudahan memperoleh pendanaan digital perlu diimbangi pemahaman Kelompok mengenai kebutuhan dan kemampuan Keuangan agar akses pembiayaan tidak mengganggu arus kas maupun kemampuan memenuhi kewajiban. Pendekatan tersebut diwujudkan Melewati Inisiatif “Teman Atur Uang” yang menempatkan akses, pemahaman, dan kendali sebagai Dibagian Bersama perjalanan Keuangan User.

Kredit Pintar menerapkan tiga prinsip Di pendekatan tersebut, yakni Jaga Cash Flow, Pahami & Pilih, serta Tetap Terkontrol. Ketiganya mencakup penyesuaian pendanaan Bersama kebutuhan dan kemampuan, penyediaan informasi mengenai konsekuensi pembiayaan, serta pengelolaan kewajiban hingga pendanaan terselesaikan.

Hal tersebut juga disampaikan Head of Business and Operations Kredit Pintar Irgo Bachtiar Di Teknologi Baru Keuangan Lending Days 2026 yang diselenggarakan Asosiasi Teknologi Baru Keuangan Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) Di 20-21 Agustus 2026 Hingga Denpasar, Bali. Ia menilai Perkembangan Usaha, perluasan akses pembiayaan, dan prinsip responsible lending harus berjalan beriringan.

Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: Kredit Pintar Dorong Kelompok Lebih Bijak Manfaatkan Pendanaan Digital