Mahasiswa UIN Suska Riau, Raihan Mufazzar (21) membacok temannya FAP (23). Pihak kepolisian Membeberkan, motif penganiayaan sadis tersebut lantaran cinta ditolak.
“Di korban dan pelaku ini mereka saling mengenal. Di Sebab Itu pelaku ini Di sengaja sudah punya niat mau menganiaya korban,” ujar Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru AKP Anggi Rian, dikutip Untuk detikSumut, Sabtu (28/2/2026).
Berangkat Untuk patah hati, benarkah ada kemungkinan erotomania atau gangguan Keadaan mental berupa delusi bahwa orang lain mencintainya, padahal tidak ada bukti yang objektif.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ahli Kebugaran spesialis Keadaan jiwa dr Lahargo Kembaren, SpKJ mengatakan secara teori Bisa Jadi saja terjadi erotomania. Tetapi, perlu pemeriksaan psikiatri secara profesional Untuk memastikan hal tersebut.
“Perilaku agresif akibat cinta ditolak lebih sering disebabkan Di luka harga diri, rasa dipermalukan, kecemburuan, obsesi relasional, pola kepribadian yang tidak matang, hingga kontrol impuls yang rendah,” kata dr Laharga kepada detikcom, Sabtu (28/2/2026).
dr Lahargo menambahkan ada beberapa tanda kapan seseorang bisa dikategorikan Merasakan erotomania.
- Tetap yakin dicintai walau sudah ada penolakan tegas
- Menafsirkan kebaikan biasa sebagai bukti cinta
- Menganggap penolakan sebagai “tes” atau “rahasia tersembunyi”
- Keyakinan tidak goyah meski diberi bukti
“Jika ini ada, barulah kita Mengkaji kemungkinan gangguan waham,” katanya.
“Penegakan diagnosis tentu memerlukan pemeriksaan psikiatri langsung dan tidak bisa disimpulkan hanya Untuk informasi Ke permukaan. Cinta yang sehat Memperoleh kemungkinan ditolak. Obsesi yang tidak sehat menolak kenyataan,” tutupnya.
Halaman 2 Untuk 2
Simak Video “Video: Lembaga Legis Latif Curiga Ada ‘Permainan’ Ke Uji Kompetensi Mahasiswa Kedokteran“
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Menyoal Kemungkinan Erotomania Ke Tindak Kejahatan Mahasiswa UIN Suska Riau Bacok Teman











