loading…
Pelatihan Keras Saja Tak Cukup, Olahragawan Triatlon Ungkap Kunci Dongkrak Prestasi. Foto: SINDOnews/HO/Istimewa
Andy menjelaskan, Pembaruan Ilmu Pengetahuan Kasut Berlarilah kini tidak hanya Berorientasi Di bobot yang ringan, tetapi juga kemampuan material menghasilkan daya lontar atau energy return. Ilmu Pengetahuan tersebut diharapkan mampu Menyediakan efek pantulan optimal Supaya mendukung responsivitas pelari Pada melangkah.
“Yang ingin kami maksimalkan Di Imbang ini adalah kemampuan foam-nya. Kami ingin memaksimalkan daya lontar atau energy return Di foam tersebut, Supaya efek pantulannya bisa benar-benar optimal,” kata Andy Di Tangerang, Kamis (22/10/2026).
Menurut Andy, Pembaruan material Kasut diharapkan dapat membantu Olahragawan Meningkatkan Mutu Pelatihan. Di Pemberian perlengkapan yang tepat, Olahragawan diharapkan mampu memaksimalkan persiapan Sebelumnya menggunakan Kasut khusus perlombaan Sebagai mengejar Prestasi terbaik.
Salah satu produk yang mengusung Pembaruan tersebut adalah Lunar 2.0, Kasut terbaru Di Ortuseight Running. Model ini menggunakan dua jenis komponen foam yang juga ditemukan Di sejumlah lini Kasut Prestasi tinggi merek Dunia.
“Menurut saya, perkembangannya cukup signifikan. Di Lunar 2.0, kami sudah berani menggunakan dua jenis komponen foam terbaik yang juga dipakai Di merek-merek Dunia Sebagai Imbang super mereka,” ujar Andy.
Dia menegaskan, Pembaruan Lunar 2.0 tidak semata-mata mengejar bobot Kasut yang lebih ringan. Optimalisasi karakteristik foam menjadi salah satu fokus Sebagai menghasilkan responsivitas dan daya pantul yang mendukung Kegiatan Berlarilah.
Tetapi, Lunar 2.0 Memiliki ketebalan sol 45 milimeter, melebihi batas maksimal 40 milimeter yang berlaku Di sejumlah Kejuaraan atletik. Karena Itu, Kasut tersebut tidak memenuhi Syarat Sebagai digunakan Di perlombaan yang menerapkan batas tersebut.
Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: Pelatihan Keras Saja Tak Cukup, Olahragawan Triatlon Ungkap Kunci Dongkrak Prestasi











