Hati Susy Sussana (56) mendadak ‘hampir copot’ Di tahun 2023 Di Praktisi Medis mendiagnosis dirinya mengidap Osteoartritis grade 4 atau stadium paling parah Di pengapuran sendi.
Nyeri lutut yang semula Dikatakan sepele berubah menjadi perjalanan panjang tentang Memperoleh keadaan, melawan rasa sakit, dan akhirnya berdamai Di takdir.
Susy sehari-hari bekerja Di Pada keuangan. Seperti banyak orang lainnya, Latihan bukanlah Pada penting Di hidupnya Dari muda. Malahan, pelajaran Latihan semasa sekolah menjadi momen yang paling tidak ia sukai.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Kalau zaman SD, SMP Latihan, saya pura-pura sakit,” kata Susy bercerita kepada detikcom.
Untuk siapa saja, operasi bukanlah suatu hal yang bisa dijalani Di mudah. Ada banyak persiapan dan waktu yang dibutuhkan Sebagai berpikir.
“Saya nggak mau (operasi). Sampai akhirnya saya dikasih tahu sepupu saya Sebagai Ke dr. Henry Di Siloam Hospitals Mampang. Praktisi Medis Henry juga bilang harus operasi, nggak ada cara lain Lantaran sudah stadium empat,” kata Susy.
Beruntung, pertemuan Di spesialis ortopedi dan traumatologi konsultas sports injury Di Siloam Hospitals Mampang, dr. Henry Suhendra, SpOT(K) menemukan solusi. Susy tak harus dulu naik Ke Perabot bedah, kala itu ‘gym‘ disebut bisa menjadi juru selamatnya.
“Akhirnya saya Ke sana, Lantaran saya takut, terpaksa saya nge-gym buat menguatkan otot paha dan otot betis,” katanya.
“Satu bulan saya nge-gym, sakitnya hilang, yang tadinya saya nggak bisa naik sepeda statis, kakinya Sebagai ditekuk, nggak bisa sama sekali. Satu bulan saya bisa ditekuk begitu,” lanjutnya.
Memutuskan Total Knee Replacement (TKR)
Sayangnya, hilangnya rasa nyeri Di lutut Susy hanya Sambil. Di bulan Desember 2023, rasa sakit itu kembali datang. Malahan, Perawatan-obatan yang biasa ia minum juga tak mampu menolong.
“Lantaran Setelahnya saya mulai nge-gym itu 27 Juni 2023, Di bulan Desember itu, udah mulai sakit lagi lututnya, padahal udah nge-gym Di lima bulanan kurang lebih,” katanya.
“Saya nyerah, saya bilang ‘Dok, saya mau operasi’. Lantaran rasa sakit yang timbul lagi, saya memutuskan datang Ke dr. Henry Di Siloam Hospitals Mampang Sebagai melakukan Total Knee Replacement,” sambungnya.
Total Knee Replacement (TKR) Di bahasa medis disebut juga Di artroplasti. Ini adalah prosedur medis yang bertujuan Sebagai mengganti sendi lutut yang rusak akibat artritis berat ataupun kecelakaan yang merusak sendi.
Di TKR, lapisan utamanya adalah logam (seperti titanium, kobalt-krom) Sebagai menggantikan tulang yang rusak (femur/paha dan tibia/tulang kering) dan plastik (polyethylene) sebagai bantalan atau sisipan Di Di komponen logam Sebagai melumasi dan Memangkas gesekan, serta komponen Sebagai tempurung lutut (patella).
|
Foto: Dok. detikcom
|
Latihan Membantu Perawatan Susy
Walaupun hanya dilakukan Di lima bulan, ternyata Karya angkat beban banyak membantu Di tindakan TKR. Terlebih, OA yang dialami sudah ada Di grade 4 atau Di bahasa lainnya ‘tulang bertemu tulang’.
“Tapi memang hasil latihannya (gym) ada. Yaitu Di hari kami operasi, Di hari yang sama Ibu Susy sudah bisa berdiri. Biasanya orang tidak Mungkin Saja begitu, saya bicara Di umumnya ya,” kata dr. Henry.
“Orang yang operasi ganti lutut, tanpa persiapan Pelatihan biasanya perlu beberapa hari kan berdiri, Lantaran Sebelumnya operasi udah sakit, jalannya udah sakit. Tapi Ibu Susy Di hari yang sama bisa berdiri dan jalan, itu Lantaran Pelatihan,” sambungnya.
Menurut dr. Henry, penguatan otot kaki Memiliki peran yang penting Di membantu seseorang pulih atau mencegah mereka Merasakan OA.
“Orang yang tidak pernah atau jarang Latihan kemungkinan pengapuran lebih besar. Tapi Di Pelatihan itu, kemungkinan makin tua orang, kemungkinan pengapuran berkurang,” tegasnya.
Foto: Dok. detikcom |
Tindakan Pascaoperasi
Setelahnya selesai melakukan operasi, pasien TKR membutuhkan Perawatan agar lutut tersebut bisa digunakan kembali secara optimal. Menurut spesialis rehabilitasi medik Di Siloam Hospitals Mampang, dr. Ira Mistivani Sp.KFR.N.M(K) Di sinilah peran rehabilitasi medik membantu Susy Sebagai kembali pulih.
“Inisiatif rehabilitasi medik bisa dilakukan Di pasien Di penggantian lutut. Dan bisa dilakukan Setelahnya operasi. Karena Itu ada tahap-tahapannya, Di fase awal sampai fase kronik,” kata dr. Ira.
“Rata-rata Inisiatif Pelatihan itu bisa dilakukan sampai 6 minggu. Sampai dikatakan pasien itu bisa berjalan secara baik,” sambungnya.
Tujuan rehabilitasi medik ini, lanjut dr. Ira, yang pertama adalah Memangkas nyeri, lalu membuat lingkup gerak sendi lututnya menjadi baik, menguatkan otot Di atas dan Dibelakang lutut.
“Kebetulan Ibu Susy membutuhkan waktu lebih cepat. Yang penting ketika Pelatihan selain menguatkan otot-otot yang ada Di Di lutut kita juga harus memperhatikan berat badan. Inisiatif Sebagai Ibu Susy adalah kombinasi Di Inisiatif rehabilitasi Di Inisiatif gizi,” katanya.
Siloam Hospitals Mampang Memiliki fasilitas yang lengkap yang dapat mendukung semua kebutuhan yang diperlukan pasien usai menjalani TKR.
“Dimulai Di fase akut, fase awal, sampai fase kronik. Karena Itu Inisiatif kami bisa diberikan sedini Mungkin Saja. Ada berbagai macam alat yang bisa dipakai Sebagai Memangkas nyeri. Modalitas nyerinya juga sudah ada,” katanya.
Senyum Susy yang Kembali
Siloam Hospitals Mampang Menyediakan kesan yang sangat baik kepada pasien seperti Susy. Ketakutan yang awalnya ia alami berubah menjadi perasaan Damai bahwa dia tidak melewati ini semua sendiri.
“Setelahnya operasi juga Praktisi Medis setiap hari datang Sebagai cek Kebugaran lukanya. Terus sudah gitu, suster-susternya juga baik-baik semua dan sangat membantu pemulihannya dan nggak ada sakit sama sekali,” kata Susyi.
“Setelahnya operasi, luka bekas operasinya sangat sedikit banget dan Perawatan cepet banget dan nggak ada sakit sama sekali,” sambungnya.
Pun Di rehabilitasi medik seperti fisioterapi yang dijalani Susy. Sebagai Puskesmas yang Memiliki Sports Medicine & Performance Center (SSMPC), Siloam Hospitals Mampang menyediakan alat-alat terbaik Sebagai kenyamanan pasien.
“Saya fisioterapi seminggu tiga kali rutin,” kata Susy.
Satu hal yang didapat Susy Di perjalanan panjangnya melewati OA grade 4 adalah pentingnya ‘menabung otot’ Untuk masa tua, serta menjaga pola makan yang Mungkin Saja efeknya tidak terasa Di muda, Tetapi berdampak besar Di hari tua.
“Kalau saya bisa memutar waktu saya pas masih muda ya mau Latihan, menabung otot. Harus Latihan ya, makannya jangan ‘jorok’, segala Konsumsi dimasukin mulut, terus banyak makan protein,” katanya.
“Takdir itu bisa diubah kalau menurut saya. Apa pun yang dikasih Tuhan, sakit apa pun kita jangan mengeluh, tapi kita harus bersyukur. Harus bisa cari solusi sendiri, ‘itu kenapa ya saya dikasih sakit begini?'”.
Melewati operasi TKR, Untuk Susy bukanlah perjalanan yang mudah. Itu panjang dan melelahkan. Tetapi, lingkungan dan orang-orang yang dirinya temui Di Siloam Hospitals Mampang, membuat perjalanan tersebut menjadi Mungkin Saja Sebagai dilewati.
Halaman 2 Di 3
(dpy/up)
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Perjalanan Susy Melewati Osteoartritis Grade 4, Di Gym hingga Perabot Operasi












