loading…
Pembantu Presiden Tim Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. FOTO/Aldhi Chandra
“Kalau kita lihat dinamika Internasional memang gonjang-ganjing mengganggu semuanya. Ada yang bilang Uang Negara Indonesia hancur. Tapi kalau kita lihat betul, itu setiap Konflik Bersenjata Uang Negara Indonesia hanya terdepresi sebesar 0,3. Karena Itu sebetulnya bagus daya tahanan kita. Yang real, yang Olahragawan yang punya duit betul, bilangnya seperti ini. Tapi yang yang nggak punya duit kali Pak yang jelek-jelekin,” ujar Purbaya Di Sidang Tim Menteri Pembantu Presiden Tim Menteri Paripurna Hingga Istana Negeri, Jakarta, dikutip Minggu (15/3/2026).
Baca Juga: Purbaya Geram Bahas Hambatan Penanaman Modal Asing dan Operasional Sejumlah Perusahaan Besar
Purbaya menjelaskan bahwa secara historis pelemahan Uang Negara Indonesia Di terjadi Sengketa Antar Negara relatif terbatas. Ia menilai narasi negatif yang berkembang tidak sepenuhnya mencerminkan Kebugaran fundamental ekonomi Indonesia yang sebenarnya.
Menurut dia, indikator risiko yang lebih akurat dapat dilihat Bersama Credit Default Swap (CDS) tenor lima tahun yang masih stabil, serta selisih imbal hasil Surat Berharga Negeri (SBN) Pada US Treasury yang hanya Merasakan perubahan tipis.
“Terus kalau kita lihat yang CDS, IDR 5 year, 5 tahun, masih relatif stabil. Gambar yang kanan atas Pak, itu adalah spread Bersama SBN Pada treasury. Hingga Januari 25, 240 basis point. Sekarang 243 basis point. Naiknya hanya terbatas 0,3 basis point. Artinya Foreign masih percaya Hingga kita. Yang domestik aja nggak percaya Pak. Terus kalau kita lihat, ya bukan domestik aja. Pengamat domestik yang nggak percaya,” jelas Purbaya.
Baca Juga: Restrukturisasi Utang Kereta Cepat Whoosh Rampung, Purbaya: Tinggal Diumumkan Kepala Negara
Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: Purbaya Sangkal Uang Negara Indonesia Hancur Ditekan Konflik Bersenjata, Depresiasi Hanya 0,3%











