Sama seperti remaja-remaja kebanyakan, Desty (34) wanita Ke Jakarta Selatan, dulunya juga ingin tampil ‘glowing’ dan muka bebas Di jerawat. Justru, Untuk jerawat-jerawat ‘ABG’ pun, Desty ingin sesegera Mungkin Saja mengusirnya.
“Dulu waktu kuliah S1 tahun 2011, emang muka tuh berjerawat. Tapi jerawatnya kayak jerawat ABG gitu lah,” kata Desty Di dihubungi detikcom, Senin (24/2/2026).
Jerawat bikin Desty tampil tak Kepercayaan Diri, Supaya memutuskan Untuk berkonsultasi Ke salah satu klinik yang cukup terkenal Ke Malang. Tetapi, tanpa ia sadari, Ke sinilah awal masalah besarnya muncul.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Di situ awalnya Ahli Kebugaran meresepkan Perawatan antibiotik. Resep itu dikasih dua, Di Sebab Itu satu dikasih Ke apotekernya yang satu yaudah dikasih Ke saya gitu,” kata Desty.
“Pas kembali Ke Bogor, sampai lulus kuliah itu kan. Di Di kembali Ke Bogor krimnya habis, kok Di Sebab Itu banyak jerawatnya lagi, gimana nih,” sambungnya.
Terjebak Di Krim Steroid
Desty Memahami bahwa dulu tindakannya Untuk membeli krim etiket biru tanpa resep Ahli Kebugaran Ke apotik Di klinik yang sama Di dirinya konsultasi Ke Malang sangatlah keliru. Harganya memang murah, tapi imbasnya sangatlah ‘mahal’.
“Udah gitu dibeli, dipake dan murah itu etiket birunya kayak sebotol, sewadah kecil kayak nggak sampek Rp 50 ribu. Di Sebab Itu sebulan segitu mah ya enak lah dan itu kejadian terus menerus,” kata Desty.
Tanpa disadari, Desty memakai krim ini hingga 10 tahun lamanya. Padahal, dirinya sudah diwanti-wanti Di apoteker bahwa krim tersebut mengandung steroid. Tetapi, alasan pekerjaan membuat Desty tidak memutuskan hubungannya Di krim tersebut.
“Di situ saya galau ya. Kalau diberhentiin muka saya hancur, dipakai bagus tapi nambah bahaya juga. Tapi, kan saya kerjanya ketemu orang, ketemu temen-temen. Nggak Mungkin Saja ketemu orang Di wajah seperti itu, Di Sebab Itu saya lanjutkan hingga 10 tahun,” katanya.
“Iya, itu 2013 saya berhenti 2023. Nah, 2023 itu saya berobat Ke Ahli Kebugaran. Kalau lihat Ke TikTok saya, Ke Instagram saya, itu memang hancur banget mukanya,” sambungnya.
Proses Penyembuhan
Tahun 2023 menjadi titik balik Desty. Menghentikan pemakaian krim, membuat wajahnya sudah mulai Menunjukkan tanda-tanda kerusakan, seperti skin barrirer yang menipis, kemerahan, dan muncul jerawat.
Efek steroid ini, lanjut Desty muncul Untuk waktu dua minggu Sesudah Perawatan antibiotik dan antiradang yang ia konsumsi habis.
“Kata orang kalau steroid itu harusnya tapering off ya namanya, Di Sebab Itu berhenti tapi dosisnya dikurangi dikit-dikit sampai benar-benar tanpa steroid,” katanya.
“Tapi Ahli Kebugaran tidak menyarankan saya tapering off. Di Sebab Itu yaudah berhenti aja, Berikutnya pakai Perawatan minum Di dia.
Di itu dirinya juga rutin konsultasi Ke Ahli Kebugaran tiga bulan sekali Di terus memakai krim dan Perawatan Terbaru resep Di Ahli Kebugaran sembari menyuruh Desty Untuk menurunkan berat badannya.
“Saya obesitas ya, 92 kg lah. Lantaran lemat itu memicu peradangan, dibilang kayak gitu. Di Sebab Itu sama Ahli Kebugaran disuruh Asupan Konsumsi juga,” katanya.
Di ini, Ke tahun 2026 Kebugaran Desty mulai membaik. Kemerahan dan jerawat mulai mereda. Tetapi, ia mengaku wajahnya sedikit lebih sensitif saja Pada jerawat.
“Kayaknya kalau dipikir-pikir, kalau debu, polusi, panas itu nge-trigger jerawat kambuh lagi,” katanya.
“Pesan aku, jangan menggunakan krim etiket biru Untuk jangka waktu yang lama tanpa konsultasi secara rutin Ke Ahli Kebugaran. Kita kan nggak pernah tahun ya apa yang terkandung Ke etiket biru,” tutupnya.
Halaman 2 Di 2
(avk/up)
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Viral Wajah Wanita Jaksel Breakout Parah, Efek Pakai Krim Etiket Biru 10 Tahun











