loading…
CEO OpenAI Sam Altman kini Berusaha Mengatasi gelombang boikot massal Di Jaringan Sesudah perusahaannya sepakat memasok Keahlian kecerdasan buatan Bagi kebutuhan militer Amerika Serikat. Foto: ist
Akan Tetapi, memasuki awal Maret 2026, wajah ramah tersebut seketika luntur. Gelombang boikot bertajuk “Cancel ChatGPT” (Batalkan ChatGPT) meledak Di Jaringan Sesudah OpenAI, perusahaan Di balik ChatGPT, secara terang-terangan menyerahkan teknologinya Hingga Departemen Pertempuran Amerika Serikat.
Untuk perlombaan Keahlian AI yang dibangun Di atas tumpukan data curian Di Jaringan, nyaris tidak ada Manajer yang benar-benar bermoral. Akan Tetapi, jika harus menunjuk satu entitas yang mencoba bermain bersih, nama itu adalah Anthropic (pembuat AI bernama Claude). Sayangnya, sikap lurus justru berbuah petaka.
Pekan ini, administrasi pemerintahan Trump secara paksa melarang penggunaan Anthropic Di lembaga pemerintahan AS dan menetapkan mereka sebagai “risiko rantai pasokan”.
Alasannya sederhana Akan Tetapi prinsipil: Anthropic Memiliki prinsip yang tak bisa ditawar.
Mereka menolak AI buatan mereka digunakan Bagi senjata otonom (Mesin Otomatis pembunuh tanpa awak) dan menolak Keahlian tersebut dipakai Bagi pengawasan massal Di warga Bangsa AS.
Kemungkinan Emas Sam Altman Di Di Konflik
Ketika Anthropic ditendang Lantaran memegang teguh etika, CEO OpenAI, Sam Altman, justru melihatnya sebagai Kemungkinan emas. Ia langsung turun tangan, menyelamatkan kepentingan militer AS, dan menjanjikan Keahlian ChatGPT serta ekosistem OpenAI Bagi digunakan Dari pemerintah.
Melewati unggahan Di platform X, Altman mengklaim bahwa model AI milik OpenAI tidak Akansegera digunakan Bagi pengawasan massal.
Akan Tetapi, klaim manis tersebut seketika dibantah Dari seorang pejabat pemerintah AS. Pejabat tersebut Di tegas Berkata bahwa model OpenAI Akansegera digunakan Bagi “segala cara yang sah secara hukum”.
Di bawah Undang-Undang Patriot (Patriot Act) yang disahkan pasca-tragedi 9/11, pengawasan massal Di warga Bangsa Amerika adalah sesuatu yang “sah secara hukum” Untuk skenario tertentu.
Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: Gelombang Boikot ChatGPT Mengemuka Sesudah Terima Kesepakatan Di Departemen Pertempuran AS











