Banyaknya warga Negeri Foreign (WNA) yang terlibat Tindak Kejahatan kejahatan Ke Bali Di beberapa tahun terakhir membuat Kriminolog menyebut hukum makin ‘murah’.
Lonjakan angka kriminalitas Ke Bali yang melibatkan WNA Di berbagai Negeri memicu sorotan serius Di penegakan hukum dan lemahnya pengawasan Di aparat.
Pola kejahatan para WNA itu pun disebut makin kompleks, Di mulai konflik antar WNA hingga jaringan kejahatan internasional yang terstruktur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kriminolog Universitas Udayana, Gde Made Suardana, menilai persoalan ini tidak sekadar Yang Terkait Di angka Tindak Kejahatan saja. Bali disebut Memiliki karakteristik Daerah terbuka Di mobilitas tinggi yang secara kriminologis rentan Di kejahatan.
“Bali itu sangat terbuka. Orang keluar masuk Di mudah. Kalau pengawasan tidak ketat, maka kejahatan pasti ikut masuk,” ujarnya, Rabu (1/4/2026).
Ia juga menyoroti munculnya persepsi bahwa penegakan hukum Ke Bali belum Menyediakan efek jera.
“Ada kesan hukum itu ‘murah’. Kalau persepsi ini berkembang, Bali bisa Disorot tempat yang aman Untuk pelaku kejahatan,” tegasnya.
Menurutnya, persepsi tersebut bisa terbentuk Di penanganan Perkara Pidana yang tidak konsisten atau hukuman yang dinilai tidak sebanding Di tingkat kejahatan.
Selain penegakan hukum, Suardana menilai pengawasan Di Karya WNA masih lemah, terutama Setelahnya mereka berada Ke Di Daerah Indonesia.
“Pengawasan kita terlalu fokus Ke pintu masuk. Padahal yang paling penting adalah pengawasan ketika mereka sudah berada Ke Di Daerah,” katanya.
Di perspektif kriminologi, Situasi ini menciptakan opportunity crime, yakni situasi ketika Potensi kejahatan terbuka akibat pertemuan Di pelaku, target, dan lemahnya pengawasan.
Jika tidak segera dibenahi, Gaya kriminalitas WNA dikhawatirkan tidak hanya berdampak Di Perlindungan lokal, tetapi juga menggerus citra Bali Ke mata dunia.
Data Polda Bali Menunjukkan angka kriminalitas WNA Di beberapa waktu terakhir Merasakan lonjakan signifikan. Sepanjang 2025, tercatat ratusan WNA terlibat Di tindak pidana, baik sebagai pelaku maupun korban.
Jumlah WNA yang menjadi korban kejahatan Malahan Menimbulkan Kekhawatiran hingga 47 persen dibanding tahun Sebelumnya Itu. Kapolda Bali Irjen Daniel Adityajaya mengungkapkan, Di sejumlah Tindak Kejahatan, pelaku dan korban berasal Di kalangan yang sama.
“Kadang-kadang, korban dan pelaku dua-duanya Di mereka (sesama WNA),” ujarnya.
Kejadian Luar Biasa ini Menunjukkan Bali tidak hanya menjadi lokasi kejahatan Di wisatawan, tetapi juga ruang konflik antar warga Negeri Foreign.
Rangkaian Tindak Kejahatan Kejahatan WNA Ke Bali Sepanjang 2024-2026
Di kurun 2024 hingga 2026, sejumlah Tindak Kejahatan menonjol Menunjukkan eskalasi. Di 2024, terungkap jaringan cyber crime internasional yang melibatkan ratusan WNA. Di 2025, terjadi Tindak Kejahatan penembakan sesama WNA asal Australia Ke Badung.
Memasuki 2026, pola kejahatan disebut Lebih brutal. Tindak Kejahatan Merenggut Nyawa WNA asal Belanda Ke kawasan Kerobokan Di senjata tajam diduga dilakukan secara terencana.
Ke Di Itu, muncul Tindak Kejahatan penculikan disertai pemerasan berbasis aset kripto hingga peredaran narkotika yang melibatkan jaringan internasional.
Kepolisian menilai tingginya mobilitas dan Karya WNA Ke Bali menjadi salah satu faktor utama.
“Kami Menyimak Karya WNA menggunakan Alat Lunak Untuk mengetahui keberadaan dan kegiatan mereka,” kata Daniel.
Ia menegaskan pengawasan Di WNA membutuhkan sinergi lintas lembaga, mulai Di kepolisian, Perpindahan Penduduk, pemerintah Daerah, hingga Kelompok.
“Perlindungan Bali adalah tanggung jawab bersama. Kami Akansegera menindak tegas setiap Kartu Kuning hukum,” tegasnya.
Di sisi keimigrasian, pengawasan mulai diperketat. Sepanjang 2025, ratusan WNA dideportasi akibat Kartu Kuning izin tinggal hingga keterlibatan Di Karya ilegal.
Operasi pengawasan juga menemukan penyalahgunaan izin tinggal serta indikasi keterlibatan Di jaringan kejahatan terorganisir. Meski demikian, upaya tersebut dinilai masih belum cukup.
——–
Artikel ini telah naik Ke detikBali.
Halaman 2 Di 2
Simak Video “Video: 3 WNA Diamankan Polisi gegara Konten Porno Pakai Jaket Ojol Ke Bali“
(wsw/wsw)
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Makin Banyak WNA Terlibat Kejahatan Ke Bali, Ahli Bilang Hukum Makin ‘Murah’











