Jakarta –
Pengamat transportasi Djoko Setijowarno mengingatkan perlunya sinergi Di pemerintah pusat dan pemerintah Area Untuk menangani perlintasan liar, khususnya Ke Jakarta. Tanpa koordinasi yang kuat, risiko kecelakaan Ke titik rawan tersebut Akansegera terus berulang.
“Bersama Sebab Itu tanggung jawabnya jelas. Kalau itu resmi Ke jalan nasional (menjadi tanggung jawab) pemerintah pusat Melewati Kementerian PU (Pekerjaan Umum). Kalau pemda, sesuai Bersama pemda masing-masing. Ada provinsi, kabupaten, dan kota,” ujar Djoko dikutip Untuk Di, Minggu (3/5/2026).
Berdasarkan data PT KAI, terdapat 432 titik perlintasan sebidang Ke Area operasional Daop 1 Jakarta yang membentang Untuk Banten hingga Cikampek. Untuk jumlah tersebut sebanyak 138 titik masuk Untuk kategori perlintasan tidak terjaga.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Djoko mengatakan perlintasan liar harus ditutup tanpa kompromi. Langkah itu perlu dilakukan Untuk Memperbaiki keselamatan Komunitas. Dia menekankan peran pemerintah pusat dan pemerintah Area sangat diperlukan agar persoalan itu dapat diatasi Bersama cepat dan optimal.
“Ke dasarnya perlintasan liar itu harus ditutup. Tidak ada kompromi 138 titik itu,” kata Djoko.
Penataan pelintasan menjadi Dibagian Untuk upaya yang lebih luas Sebagai memperkuat keselamatan perkeretaapian secara menyeluruh Ke berbagai Area.
Sebagai itu Djoko berharap agar Dana Sebagai keselamatan transportasi tak dipangkas. Sebab, menurutnya, niat Memperbaiki keselamatan transportasi Akansegera sia-sia tanpa didukung Bersama Dana.
“Keselamatan publik adalah tanggung jawab bersama, bukan sekadar beban fiskal Area. Karenanya Dukungan APBN Sebagai biaya diklat dan kepastian status P3K Untuk para penjaga perlintasan menjadi Kunci mutlak Sebagai menjaga Sustainability keselamatan nyawa Ke jalur kereta api,” kata Djoko.
Permasalahan keselamatan Ke perlintasan sebidang kembali menjadi sorotan Setelahnya ditemukan sejumlah titik tanpa penjagaan dan Berpeluang membahayakan Pemakai jalan. Salah satu tragedi yang memakan korban jiwa belum lama ini adalah KA Argo Bromo Anggrek yang menabrak KRL Di Untuk berhenti Ke Stasiun Bekasi Timur Ke Senin (27/4) malam. Peristiwa itu berawal Untuk taksi tertemper KRL Ke perlintasan yang tak jauh Untuk Stasiun Bekasi Timur.
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Parmono Anung mengatakan masalah pelintasan kereta itu kewenangan PT Kereta Api Indonesia (KAI). Dia menyebut Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI siap mendukung jika diberi tugas.
“Seperti kita ketahui bersama, Sebagai lintasan rel kereta api itu memang menjadi tanggung jawab atau kewenangan Untuk KAI. Agar Karenanya Pemerintah DKI Jakarta kalau Setelahnya Itu ada penugasan yang diberikan, kami Akansegera Bersama senang hati Sebagai Menyediakan support kepada KAI,” jawab Pramono Ke kawasan Daan Mogot, Jakarta Barat, Sabtu (2/5).
Pramono menekankan Pemprov DKI tidak Akansegera tinggal diam apabila dibutuhkan kolaborasi Sebagai Memperbaiki keselamatan Ke perlintasan sebidang. Menurutnya, kerja sama lintas instansi penting guna meminimalkan risiko kecelakaan.
Ia juga membuka Potensi adanya koordinasi Bersama Detail Di Pemprov DKI dan KAI Sebagai mencari solusi terbaik, terutama Ke titik-titik rawan yang belum dilengkapi penjagaan maupun palang pintu otomatis.
“Kami siap support kalau memang diperlukan,” ujarnya.
(fem/fem)
Femi Diah
Jurnalis detikcom. Jurnalis detikcom
`;
constructor() {
super()
this.attachShadow({ Gaya: “open” })
this.shadowRoot.innerHTML = TentangPenulis.html
}
async connectedCallback() {
if (elementType === ‘single’) return false;
const { default: Swiper } = await import(
”
);
this.SwiperClass = Swiper;
const swiperContainer = this.shadowRoot.querySelector(‘.mySwiper’);
new this.SwiperClass(swiperContainer, {
slidesPerView: 1,
spaceBetween: 18,
navigation: {
nextEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-next”),
prevEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-prev”),
},
pagination: {
el: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-pagination”),
clickable: true,
},
});
}
}
customElements.define(elementTemplate, TentangPenulis)
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Usai Tragedi Stasiun Bekasi Timur, Pemda-Pusat Harus Sinergi Tangani Perlintasan Liar











