Wisata  

Legenda Himalaya Nirmal Purja Tewas Hingga Gunung Pakistan, Kampung Halaman Berduka



Jakarta

Pendaki legendaris Nirmal Purja alias ‘Nims Dai’ tewas Hingga Gunung Broad Peak, Pakistan. Keluarga, tetangga, hingga para guru Hingga Small Heaven School menyatukan doa dan rasa duka mereka.

Nims Dai dipastikan menjadi salah satu pendaki yang meninggal akibat guguran salju (avalanche) Untuk pendakian Gunung Broad Peak. Kabar Purja meninggal disampaikan Untuk unggahan media sosial Yayasan Nimsdai, yang didirikannya Di 2022.

“Hari ini, kita berduka bukan hanya atas Nims, tetapi juga setiap nyawa yang hilang Untuk tragedi ini termasuk rekan pendaki dan pemandu tepercayanya,” bunyi unggahan Instagram tersebut, dikutip Bersama Nepalnews, Senin (3/8/2026).


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Purja yang berusia 43 tahun termasuk Hingga Antara 10 pendaki gunung yang hilang Di Kamis Setelahnya mereka diyakini berada Hingga Puncak Broad setinggi 8.047 meter, Hingga Pakistan utara. Setelahnya Itu, mereka dihantam salju longsor Disekitar Ditengah hari waktu setempat.

Sebelum pagi, tetangga dan kerabat berkumpul Hingga Rumah masa kecil Nims Dai Hingga Ramnagar Sebagai menyampaikan rasa belasungkawa.

Kakak kandungnya, Jeet Bahadur Purja, mengenang bahwa adiknya selalu bercerita setiap kali hendak berpetualang Untuk ekspedisi pendakian berikutnya. Tetapi, Nims Dai tidak sempat bercerita Di berangkat Hingga Pakistan kali ini.

Ikut berduka atas wafatnya Nims Dai, seorang tetangga bernama Jibnath Parajuli Menyediakan penghormatan terakhir Bersama mengalungkan bunga Di foto Nims Dai serta menyalakan lilin Hingga Rumah almarhum Hingga Ramnagar.

Lahir Hingga Dana, Annapurna-2, Myagdi, Purja menempuh Belajar Bersama kelas 3 hingga kelas 10 Hingga Small Heaven School yang berlokasi Hingga Aanpatari. Sekolah yang dulu berada Hingga Aanpatari tersebut kini telah berpindah lokasi Hingga Kalyanpur.

Setelahnya menyelesaikan jenjang kelas 10, dia melanjutkan karirnya Bersama bergabung bersama Tentara Inggris (British Army).

Guru olahraganya, Surendra Baral, mengenang kebersamaannya Bersama Purja Pada kurang lebih tujuh tahun. Baral menuturkan bahwa Purja sudah Memperoleh jiwa yang pemberani dan disiplin Sebelum masih anak-anak.

Senada Bersama hal tersebut, Shailendra Baral, pengawas asrama Small Heaven School, menyebut Purja sebagai siswa yang sangat disiplin. Dia mengatakan guru dan staf lain Hingga sekolah itu sangat terkejut dan terpukul atas kabar duka tersebut.

Kepala Sekolah Small Heaven School, Ramchandra Neupane, teringat betapa bangganya ketika mantan siswanya itu berhasil mencatatkan Pencapaian dunia dan masuk Hingga Untuk Guinness Book of World Records. Dia juga menaklukkan seluruh 14 puncak gunung setinggi lebih Bersama 8.000 meter Hingga dunia hanya Untuk waktu 6 bulan 6 hari, memangkas Pencapaian dunia Sebelumnya Itu yang membutuhkan waktu hampir 8 tahun.

Hingga Di Itu, Di Januari 2021, Purja kembali mencetak sejarah sebagai Dibagian Bersama Regu pendaki Nepal yang pertama kali berhasil menaklukkan Gunung K2 Hingga musim dingin. Di itu, dia mendaki tanpa menggunakan Pemberian tabung oksigen tambahan. Dia juga membuat Pencapaian pendakian tiga gunung raksasa (Everest, Lhotse, dan Makalu) secara berturut-turut Untuk waktu 48 jam.

(fem/fem)



Femi Diah


Jurnalis detikcom. Jurnalis detikcom

`;
constructor() {
super()
this.attachShadow({ Gaya: “open” })
this.shadowRoot.innerHTML = TentangPenulis.html
}

async connectedCallback() {

if (elementType === ‘single’) return false;

this.SwiperClass = Swiper;
const swiperContainer = this.shadowRoot.querySelector(‘.mySwiper’);
new this.SwiperClass(swiperContainer, {
slidesPerView: 1,
spaceBetween: 18,
navigation: {
nextEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-next”),
prevEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-prev”),
},
pagination: {
el: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-pagination”),
clickable: true,
},
});
}
}
customElements.define(elementTemplate, TentangPenulis)

Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Legenda Himalaya Nirmal Purja Tewas Hingga Gunung Pakistan, Kampung Halaman Berduka