loading…
Sam Altman OpenAI. FOTO/ DAILY
Sam Altman, CEO OpenAI, Mutakhir saja Menyediakan wawasan Mutakhir tentang dampak kecerdasan buatan (AI) Ke pasar tenaga kerja, mengakui bahwa prediksi Sebelumnya tentang “bencana pekerjaan” Mungkin Saja telah dilebih-lebihkan.
Berbicara Hingga sebuah konferensi Hingga Sydney, ia Berkata bahwa AI belum menciptakan pengangguran skala besar Hingga kalangan pekerja tingkat bawah seperti yang awalnya dikhawatirkan.
Sam Altman Sebelumnya memperingatkan bahwa AI Berencana menggantikan sebagian besar pekerjaan manusia, Berpotensi Sebagai menghilangkan banyak profesi sepenuhnya. Akan Tetapi, implementasi aktual Menunjukkan bahwa proses ini terjadi lebih lambat dan Didalam cara yang berbeda.
Altman Berkata optimisme bahwa dampak negatif terbesar Ke pekerja yang kurang berpengalaman belum terjadi Ke skala yang diprediksi Untuk model awal.
Walaupun kepemimpinan OpenAI menjadi kurang pesimis, statistik masih Menunjukkan pergeseran signifikan Untuk struktur tenaga kerja. Menurut data Didalam Challenger, hampir 50.000 pemutusan hubungan kerja yang Yang Berhubungan Didalam langsung Didalam AI diproyeksikan Berencana terjadi Hingga AS saja Ke tahun 2026.
Sambil Itu, sebuah laporan Didalam Goldman Sachs Mengantisipasi bahwa kehadiran Keahlian ini memperlambat perekrutan Mutakhir Disekitar 16.000 posisi per bulan.
Alih-alih Pengurangan Tenaga Kerja massal yang mudah terlihat, AI mengubah pasar tenaga kerja Didalam cara yang lebih lambat dan lebih halus. Usaha mulai membatasi perekrutan Sebagai posisi junior atau tingkat pemula.
Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: Sam Altman Akui Salah Prediksinya Soal AI Ancam Pekerjaan











