Jakarta –
UNESCO menetapkan Sebastia Di Tepi Barat sebagai Situs Warisan Dunia sekaligus memasukkannya Hingga Untuk Daftar Warisan Dunia Untuk Bahaya.
Otoritas Palestina menyambut keputusan itu Lantaran dinilai dapat memperkuat upaya melindungi kawasan bersejarah tersebut Bersama perluasan kendali Israel. Sebastia merupakan salah satu destinasi wisata sejarah Di utara Tepi Barat.
Dilansir Bersama Reuters, Minggu (26/7/20260 UNESCO menyebut kawasan itu menyimpan peninggalan Bersama berbagai peradaban, mulai Bersama ibu kota Kerajaan Israel Di abad Hingga-9 Sebelumnya Masehi hingga era Helenistik, Romawi, Bizantium, Islam, Pertempuran Salib, dan Kesultanan Ottoman.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kawasan tersebut juga dipenuhi kebun zaitun yang mengelilingi reruntuhan bersejarah, seperti pilar-pilar Romawi, tembok kuno, anak tangga batu, dan amfiteater. Sebastia juga diyakini sebagai lokasi makam Yohanes Pembaptis (John the Baptist), Supaya menjadi tujuan wisata sejarah dan religi.
Tetapi, Kegiatan Wisata Internasional Di desa tersebut terancam Setelahnya Pemerintah Israel Memperkenalkan Ide penyitaan Di 445 hektare lahan Bagi proyek Pembuatan kawasan. Padahal, banyak warga setempat menggantungkan mata pencaharian Bersama sektor wisata.
Di Jumat (24/7), UNESCO resmi memasukkan Sebastia Hingga Untuk Daftar Warisan Dunia dan Daftar Warisan Dunia Untuk Bahaya. Status tersebut diberikan kepada situs warisan yang Berjuang Bersama ancaman serius agar Memperoleh perhatian dan perlindungan internasional.
“Kami berharap keputusan ini memungkinkan kami Bagi melestarikan Sebastia,” kata Wakil Wali Kota Sebastia, Nizar Kayed.
Menurut Kayed, Ide penyitaan lahan yang diumumkan Israel Di akhir 2025 merupakan Dibagian Bersama upaya memperluas permukiman Israel Di kawasan tersebut. Pemerintah Palestina berharap pengakuan Bersama UNESCO dapat Mendorong Dukungan internasional Bagi menentang langkah-langkah Israel Di Sebastia.
Di sisi lain, Israel mengecam keputusan tersebut. Pejabat Tingginegara Luar Negeri Israel, Gideon Saar, menilai penetapan itu merupakan Dibagian Bersama upaya Palestina Bagi mengaburkan hubungan historis bangsa Yahudi Bersama Area tersebut.
“Tidak ada pemungutan suara Di organisasi internasional mana pun yang dapat mengubah sejarah,” ujar Saar Untuk sebuah pernyataan.
Selain persoalan status warisan dunia, Palestina juga menyoroti rancangan undang-undang Terbaru Israel yang Akansegera memperluas kendali sipil atas situs-situs arkeologi Di Tepi Barat. Jika disahkan, aturan itu Akansegera Memangkas kewenangan Otoritas Palestina Untuk mengawasi situs-situs bersejarah yang Pada ini dikelola berdasarkan pengaturan Untuk Perjanjian Oslo Di 1990-an.
(upd/ddn)
`;
constructor() {
super()
this.attachShadow({ Tren: “open” })
this.shadowRoot.innerHTML = TentangPenulis.html
}
async connectedCallback() {
if (elementType === ‘single’) return false;
const { default: Swiper } = await import(
”
);
this.SwiperClass = Swiper;
const swiperContainer = this.shadowRoot.querySelector(‘.mySwiper’);
new this.SwiperClass(swiperContainer, {
slidesPerView: 1,
spaceBetween: 18,
navigation: {
nextEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-next”),
prevEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-prev”),
},
pagination: {
el: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-pagination”),
clickable: true,
},
});
}
}
customElements.define(elementTemplate, TentangPenulis)
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Sebastia Ditetapkan Sebagai Situs Warisan UNESCO Palestina, Israel Tak Terima











