Jakarta –
Unggahan video yang dibagikan pemilik restoran ini Di Menarik Perhatian perhatian. Di video ia menangis mengaku ingin menyerah Lantaran kesulitan mempertahankan Usaha kulinernya.
Belakangan ini banyak pemilik restoran merasa kesulitan mempertahankan bisnisnya. Banyaknya pesaing, Fluktuasi Harga bahan Ketahanan Pangan serta sewa menjadi faktor utama para pebisnis merasa tertekan. Tidak sedikit pemilik restoran akhirnya menyerah dan menutup usahanya secara permanen.
Tetapi Di Di ambang ketidakpastian, ada seorang pemilik restoran Di Boston yang memutuskan berbagi kesulitannya Bersama banyak orang. Phi Pham, pemilik restoran ini menjadi viral usai membagikan kisahnya yang jujur dan emosional tentang perjuangan menjalankan Usaha kecil.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di unggahan video Di akun @phiphamofficial dan @yeaniesburgersocial, pemilik restoran ini menulis keterangan, “Haruskah saya menutup semuanya saja?”
Dilihat Bersama video, pemilik restoran tersebut menangis sambil bertanya Di penonton,”Bagi apa semua ini?”
Pham berbagi kepada pemilik usaha kecil lainnya jika seluruh perusahaan atau Usaha memang tampaknya Di berada Di masa sulit. Terkadang keadaannya menjadi sangat kacau dan sangat berat.
“Tidak ada Kesejaganan Antara pekerjaan dan kehidupan pribadi,” lanjutnya.
|
Pemilik restoran ini awalnya ingin menyerah Bersama Usaha kulinernya. Foto: Instagram @phiphamofficial / @yeaniesburgersocial
|
Pham mengunggah video ini Bersama harapan bahwa pemilik restoran atau Usaha lainnya yang juga merasakan kesulitan dan pengorbanan sama bisa bertahan.
Di awal ia bertanya-tanya apakah harus menyerah.
Tetapi, Di kolom keterangan ia Membeberkan, “Hidup memang berat, tetapi saya tidak Akansegera menyerah.”
Pham tidak percaya jika unggahan videonya Akansegera viral dan Menarik Perhatian simpati Bersama banyak orang.
“Mungkin Saja merupakan salah satu titik terendah Di hidup saya [dan itu] menjadi salah satu momen paling mengharukan yang pernah saya alami,” katanya Di video lanjutan Ke 17 Juli.
Pham pun berterima kasih kepada banyak orang atas kata-kata dan Dukungan yang sudah diberikan kepadanya.
Pham percaya video tersebut menyentuh banyak orang Lantaran tidak sedikit yang Berjuang Bersama perjuangan serupa sebagai seorang pemilik Usaha. Mulai Bersama masalah melunasi hutang, menggaji karyawan, mengelola peralatan, dan memastikan kepuasan pelanggan.
Pham menyebut industri Konsumsi Pada ini sangat sulit. Ia menjelaskan ada pergerakan pola pikir sangat aneh Di mana Konsumsi tidak boleh dijual lebih mahal Lantaran orang-orang menghasilkan lebih sedikit uang. Tetapi pikiran tersebut menurutnya membuat banyak restoran atau usaha Hidangan akhirnya kehilangan keuntungan dan berisiko tutup.
Di video terpisah, Pham juga berbagi kesulitannya. Salah satu yang utama yaitu ketika ia tinggal 500 mil jauhnya Bersama istri dan putrinya, Agar mereka hanya bisa bertemu satu minggu setiap bulan. Ia pun rela mengorbankan waktu bersama istri dan putrinya Untuk memprioritaskan Usaha dan mendukung Skuat.
Tetapi, Dukungan Bersama banyak orang membuat pemilik restoran ini tidak Karena Itu menyerah. Foto: Instagram @phiphamofficial / @yeaniesburgersocial |
Dilansir Bersama boston.com (23/7), Pham dan istrinya, Yeani Bach dulunya adalah seorang spesialis IT dan fotografer. Mereka lalu membuka restoran pertama yaitu Banh Mi Oi, Di West Roxbury Ke Juli 2020. Dari Pada itu, keduanya Menyusun Usaha mereka sampai bisa membuka cabang Di berbagai Lokasi. Mulai Bersama Banh Mi Oi Di Waltham, Greenhaus Cafe Di Roxbury Crossing, Phinista Cafe Di Fenway, Vang Coffee Bar Di Quincy, dan Yeanie’s Burger and Social Di Dorchester.
Kendati merasa kesulitan Bersama Situasi bisnisnya Pada ini, Pham dan istrinya berharap cabang Yeanie’s kedua Di West Roxbury bisa dibuka Secara Keseluruhan Di beberapa minggu mendatang.
(aqr/adr)
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Tak Kuat Pertahankan Bisnisnya, Pemilik Restoran Ini Nangis Ingin Menyerah












