Jakarta, CNN Indonesia —
PT Pertamina Patra Niaga angkat bicara mengenai pengaturan waktu pembelian BBM Dukungan Pemerintah Pertalite yang berlaku Di Balikpapan, Kalimantan Timur, Bersama pemerintah setempat. Menurut perusahaan ini menjadi upaya agar penyaluran Dukungan Pemerintah menjadi lebih tepat sasaran.
Perseroan pun menyiapkan sejumlah langkah operasional menyusul pengaturan yang Akansegera dimulai 1 September 2026.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Pengaturan ini merupakan Dibagian Di upaya bersama agar penyaluran BBM bersubsidi Lebihterus tertib dan tepat sasaran. Kami mengharapkan Pemberian Komunitas Bagi mengikuti jadwal pelayanan dan arahan petugas Di lapangan,” kata Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan Edi Mangun dikutip Jumat (28/8).
Ia bilang pengaturan dilakukan Sesudah Lewat proses koordinasi pemerintah Lokasi dan perusahaan. Kata dia kini Pertamina melakukan penyesuaian waktu pelayanan Pertalite Di sejumlah SPBU, yakni M.T. Haryono, Sepinggan, dan Gunung Guntur.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di SPBU M.T. Haryono dan Sepinggan, pelayanan kendaraan roda dua Bagi Pertalite berlangsung pukul 06.00-22.00 WITA. Sambil Itu kendaraan roda empat dilayani pukul 22.00-06.00 WITA.
Adapun SPBU Gunung Guntur melayani kendaraan roda empat Di pukul 08.00-22.00 WITA. Sambil Itu SPBU lainnya yang tidak masuk Di pengaturan khusus tetap beroperasi seperti biasa.
Ia menyebut pengaturan waktu pelayanan tersebut ditujukan Bagi Memangkas kepadatan kendaraan Di jam operasional warung, toko, dan pelaku Usaha Kecil Menengah Di Disekitar SPBU.
Bagi pelayanan Biosolar, SPBU Kilometer 13 dan Kilometer 15 Akansegera beroperasi Pada 24 jam Bersama pengaturan berdasarkan jenis kendaraan, nomor polisi ganjil-genap, serta periode pengisian ulang Pada 48 jam.
Sambil Itu, Kendaraan Angkutan Umum Bacitra dan Kendaraan Angkutan Umum Antarmoda Balikpapan-IKN dilayani Di SPBU Kariangau Di pukul 22.00-24.00 WITA.
Edi memastikan Akansegera terus memperkuat pelayanan sekaligus memperluas titik penyaluran BBM bersubsidi, khususnya Pertalite.
“Pertamina berkomitmen memastikan pelayanan BBM bersubsidi tetap berjalan lancar dan menjangkau Komunitas yang membutuhkan. Lewat penguatan pelayanan dan perluasan titik penyaluran, kami berharap kepadatan kendaraan dapat terbagi Agar pelayanan Di SPBU Lebihterus tertib dan nyaman,” katanya.
5 titik penyaluran Mutakhir
Pertamina juga menyiapkan lima titik penyaluran tambahan yang diprioritaskan Bagi kendaraan roda dua.
Kelima SPBU tersebut yakni SPBU 64.761.24 Teritip, SPBU 64.761.18 Batakan, SPBU 63.761.01 Grand City, SPBU 64.761.09 Gunung Sejahtera, dan SPBU 64.761.05 Kebun Sayur.
Kata dia penambahan titik tersebut diharapkan dapat mendekatkan akses Pertalite kepada Komunitas sekaligus membagi kepadatan antrean agar tidak terpusat Di SPBU tertentu.
Pertamina juga memperkuat kesiapan operasional Lewat penguatan stok, pengaturan pengiriman, penyiagaan Kendaraan Pribadi tangki cadangan, evaluasi pelayanan SPBU, hingga optimalisasi petugas pengatur antrean.
Koordinasi Bersama Pemerintah Kota Balikpapan, BPH Migas, aparat penegak hukum, dan pengelola SPBU juga terus dilakukan.
Ia pun mengimbau Komunitas membeli BBM sesuai kebutuhan serta mengikuti jadwal dan arahan petugas Di lapangan. Komunitas dapat memperoleh informasi Bersama Detail Lewat Pertamina Customer Solutions 135 yang beroperasi Pada 24 jam.
(ryh/fea)
Artikel ini disadur –> Cnnindonesia News: Pembatasan Jam Beli Pertalite Di Balikpapan, Begini Kata Pertamina











