loading…
Menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Foto/Dok SindoNews
Hasil kajian ini juga menjadi masukan Untuk pemerintah Sebagai Meningkatkan Standar menu dan memperluas jangkauan Inisiatif agar Lebihterus tepat sasaran, terutama Untuk Komunitas miskin dan Daerah yang masih membutuhkan perhatian lebih.
Anggota DEN Mochamad Firman Hidayat menjelaskan bahwa kajian tersebut dilakukan Lewat modul khusus Di Survei Sosial Keadaan Ekonomi Negara (Susenas) yang disusun DEN bersama Badan Pusat Statistik (BPS) dan sejumlah lembaga lainnya. Modul tersebut mulai diterapkan Sebelum September 2025 Didalam cakupan seluruh Daerah Indonesia.
Baca Juga: Pemimpin Negara Prabowo Klaim Inisiatif MBG 99,99% Berhasil
“Salah satu pertanyaannya adalah melihat bagaimana outcome Didalam Inisiatif MBG ini Pada absensi siswa Hingga sekolah, semangat belajarnya, dan rasa laparnya. Karena Itu terlepas Didalam segala kekurangan yang dialami Inisiatif MBG ini, kami melihat temuannya cukup Memikat. Karena Itu kalau kita lihat absensi siswa, penerima MBG itu jarang absen dibandingkan Didalam non-penerima MBG,” ujar Firman.
Berdasarkan hasil kajian, Firman menyebut siswa penerima MBG tercatat lebih jarang absen dibandingkan Didalam siswa yang belum Menyaksikan Inisiatif tersebut. Perbedaan ini Malahan terlihat cukup signifikan Ke kelompok Komunitas Didalam tingkat Keadaan terendah atau desil pertama.
“Malahan sebenarnya gapnya cukup besar, terutama Hingga Desil-1 yang paling miskin. Karena Itu ketika dia non-penerima MBG, dia Akansegera sering absen, Sambil Itu kalau penerima MBG dia Akansegera relatif tidak absen Hingga sekolah, dan ini Lebihterus tinggi berkurangnya absen seiring Didalam intensitas penerimaan MBG Hingga sekolahnya. Karena Itu saya kira ini satu hal yang positif,” jelas Firman.
Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: Hasil Kajian DEN, Siswa Penerima MBG Jarang Absen Hingga Sekolah











