loading…
Pemerintah mengatakan Indonesia telah mencapai swasembada Ketahanan Pangan. FOTO/dok.SindoNews
Amran menjelaskan, indikator swasembada mengacu Di batas Perdagangan Masuk Negeri maksimal 10 persen sebagaimana konsensus Food and Agriculture Organization (FAO). Di Di Yang Sama, Perdagangan Masuk Negeri Ketahanan Pangan strategis Indonesia Di ini hanya berada Ke kisaran 5 persen.
“Apa itu swasembada Ketahanan Pangan? Ini 11 Barang Dagangan, yang merah ini (Perdagangan Masuk Negeri), kurang lebih 3,5 juta ton. Total produksi kita 73 juta ton. Kalau 3,5 juta ton dibagi (73 juta ton), itu 4,8%. (Lalu) kalau (Perdagangan Masuk Negeri) ini dibagi Di kebutuhan (68 juta ton), itu 5% lebih sedikit. Definisi yang kita sepakati, swasembada Ketahanan Pangan adalah maksimal Perdagangan Masuk Negeri 10%, ini konsensus FAO, dan kita 5%,” ujar Amran, seperti dikutip, Minggu (26/4/2026).
Baca Juga: Stok Beras Indonesia Nyaris 5 Juta Ton, Pencapaian Tertinggi Sepanjang Sejarah
Ia merinci, total Perdagangan Masuk Negeri 3 Barang Dagangan Ketahanan Pangan strategis mencapai 3,5 juta ton, yang terdiri Di kedelai sebesar 2,6 juta ton, bawang putih 600 ribu ton, serta daging ruminansia 350 ribu ton. Sambil kebutuhan konsumsi nasional Bagi 11 Barang Dagangan Ketahanan Pangan mencapai 68,7 juta ton per tahun, Di total produksi mencapai 73,7 juta ton.
Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: Indonesia Perdagangan Masuk Negeri Ketahanan Pangan hanya 5% Di 11 Barang Dagangan











