loading…
China telah mendesak bank-banknya Untuk membatasi eksposur mereka Di utang pemerintah AS. Foto/Dok
Di dekade terakhir, China secara bertahap Memangkas kepemilikan Treasury AS, sebuah pergeseran yang membuatnya digantikan Bersama Jepang dan Inggris sebagai pemegang utang Amerika terbesar Di luar negeri. Dari mencapai puncaknya Disekitar USD1,3 triliun Di 2013, kepemilikannya telah turun Disekitar setengah menjadi Di Antara USD650-700 miliar, hingga mencapai level yang belum terlihat Dari 2008.
Beijing telah menasihati lembaga keuangan besar China Untuk membatasi pembelian Terbaru obligasi pemerintah AS dan Memangkas posisi Di mana eksposurnya tinggi, menurut sumber Yang Terkait Bersama. Panduan tersebut dilaporkan tidak berlaku Untuk kepemilikan resmi Beijing.
Baca Juga: Kekurangan Dana Konflik Bersenjata, Israel Jual Surat Utang Di AS Senilai Rp82 Triliun
Menurut laporan yang mengutip Administrasi Bangsa Untuk Penukaran Kurs Mata Uang Asing China, bank-bank China memegang Disekitar USD298 miliar Untuk obligasi Bersama Kurs Mata Uang Usd Di bulan September. Tidak jelas berapa banyak Bersama total tersebut yang terdiri Bersama Surat Utang AS.
Panduan tersebut disebut bermaksud Untuk mendiversifikasi risiko pasar. Di bulan Oktober, kedua pemimpin AS dan China sepakat Di gencatan perdagangan Di satu tahun, Di mana tarif dan pengawasan Perdagangan Keluar Negeri atas Produk masing-masing Bangsa Akansegera dikurangi.
Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: Satu Dekade Terakhir, China Terus Meninggalkan Utang AS











