Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) buka suara soal prediksi El Nino kuat yang disebut sebagai El Nino ‘Godzilla’.
“Istilah El Nino ‘Godzilla’ tidak ada Untuk khasanah klimatologi yang resmi Di dunia dan cenderung hiperbolis. Kategori El Nino hanya El Nino lemah, moderat, dan kuat. Pada ini prediksi resmi BMKG adalah Kemungkinan 50-60 persen El Nino lemah hingga moderat Sesudah semester 2,” beber Deputi Bidang Klimatologi BMKG Ardhasena Sopaheluwakan, dikutip Untuk CNNIndonesia.com, Rabu (25/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya Itu, Kejadian Luar Biasa iklim ‘Godzilla’ El Nino diprediksi bakal membuat cuaca Di Indonesia dan sejumlah Negeri Di dunia Lebihterus panas Untuk beberapa bulan Hingga Di.
Badan Eksperimen dan Pembaharuan Nasional (BRIN) Meramalkan potensi terjadinya ‘Godzilla’ El Nino Di Indonesia disertai Bersama Indian Ocean Dipole (IOD) positif Di beberapa bulan mendatang. Kombinasi Kejadian Luar Biasa ini membuat musim kemarau menjadi lebih panjang dan lebih kering.
“‘Godzilla’ El Niño + IOD Positif, kedengarannya keren, tapi dampaknya nggak main-main. Kemarau bisa Bersama Sebab Itu lebih panjang, lebih kering, dan hujan makin jarang turun Di Indonesia. Awan pun lebih banyak ‘nongkrong’ Di Pasifik sedangkan kita kebagian panasnya aja,” tulis BRIN Di Instagramnya, Jumat (20/3).
El Nino merupakan Kejadian Luar Biasa pemanasan suhu permukaan laut Di Samudra Pasifik ekuator. Kejadian Luar Biasa ini berdampak Di musim kemarau Di Indonesia yang lebih panjang dan kering.
Sambil Itu, pemberian nama ‘Godzilla’ merujuk Di El Nino variasi kuat. Istilah Godzilla yang disematkan Di Kejadian Luar Biasa El Nino bukan pertama kali muncul.
Istilah tersebut pertama kali dilontarkan Bersama ahli klimatologi NASA Bill Patzert Di 2015. Kejadian Luar Biasa ini terjadi akibat suhu sangat tinggi Di Pada timur Samudra Pasifik dan memicu serangkaian bencana alam Di sejumlah penjuru dunia.
“Ini jelas Berpeluang menjadi ‘Godzilla El Nino,'” katanya Pada itu.
Dikutip Untuk ABC, “Godzilla” El Niño bukanlah istilah teknis atau ilmiah, tetapi merupakan cara Sebagai menggambarkan Kejadian Luar Biasa El Niño Pada itu, Lantaran Kejadian Luar Biasa tersebut kemungkinan besar Berencana menjadi salah satu yang terkuat Dari pencatatan dimulai Di 1950.
Musim kemarau panjang
BMKG Sebelumnya Itu telah Menerbitkan prediksi soal nilai indeks ENSO yang menjadi penentu Kebugaran La Nina dan El Niño.
Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menjelaskan pemantauan anomali iklim Internasional Di Samudera Pasifik Menunjukkan nilai indeks ENSO Pada ini berada Di angka -0,28 (Netral) dan diprediksi bertahan hingga Juni 2026.
Akan Tetapi, mulai pertengahan tahun Kemungkinan munculnya El Niño kategori Lemah-Moderat sebesar 50-60 persen mulai semester kedua tahun ini perlu menjadi perhatian.
“Di Pada Yang Sama, Kebugaran Indian Ocean Dipole (IOD) diprediksi tetap stabil Di fase Netral sepanjang tahun,” kata Faisal Untuk keterangannya, Rabu (4/3).
Yang Terkait Bersama Kebugaran kemarau, BMKG memproyeksikan sifat musim kemarau 2026 Di Umumnya Berencana bersifat Bawah Normal atau lebih kering Untuk biasanya Di 451 ZOM (64,5 persen) dan Normal Di 245 ZOM (35,1 persen). Sebagai Alternatif, hanya terdapat 3 ZOM (0,4 persen) Di Daerah Gorontalo dan Sulawesi Tenggara yang Berpeluang Merasakan kemarau Atas Normal atau lebih basah.
“Bersama Kebugaran ini, durasi musim kemarau Di 57,2 persen Daerah Indonesia diprediksi lebih panjang Untuk normalnya,” kata Faisal.
Halaman 2 Untuk 2
Simak Video “Video: Mensos Imbau Komunitas Waspada Hadapi Cuaca Ekstrem“
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: BMKG Buka Suara soal El Nino ‘Godzilla’ Disebut OTW RI











