Jakarta –
Rasa nyeri dada akibat GERD (gastroesophageal reflux disease) dan serangan jantung seringkali tertukar. Kedua Gangguan ini memang sama-sama Memiliki Tanda-Tanda nyeri dada yang mirip.
Kendati demikian, ada perbedaan Untuk nyeri dada akibat GERD dan serangan jantung. Apa saja Tanda-Tanda yang membedakannya?
Tanda-Tanda Nyeri Dada Serangan Jantung
Dikutip Untuk laman Mayo Clinic, serangan jantung klasik melibatkan nyeri dada yang tiba-tiba dan hebat serta kesulitan bernapas. Hal ini terjadi seringkali dipicu Bersama Latihan.
Kendati demikian, tanda dan Tanda-Tanda serangan jantung bisa sangat bervariasi Untuk orang Di orang. Rasa panas Di dada bisa menyertai Tanda-Tanda serangan jantung lainnya.
Tanda dan Tanda-Tanda umum Untuk serangan jantung meliputi:
- Tekanan, rasa sesak atau sensasi meremas atau pegal Di dada atau lengan yang bisa menyebar Di leher, rahang, atau punggung
- Mual, gangguan pencernaan, nyeri ulu hati, atau sakit perut
- Sesak napas
- Keringat dingin
- Kelelahan
- Pusing atau kepala terasa ringan secara tiba-tiba.
Tanda-Tanda Nyeri Dada GERD
Nyeri dada akibat GERD cenderung terasa seperti sensasi menusuk atau terbakar yang menyakitkan Di Di dada tepat Di Dibelakang tulang dada atau Di bawah tulang dada. Sensasi terbakar Di dada cenderung tetap terlokalisir, artinya tidak menyebar Di area lain.
Tanda-Tanda lainnya bisa meliputi:
- Nyeri atau sulit menelan
- Kembung
- Bersendawa atau cegukan
- Bau mulut
- Sakit atau iritasi tenggorokan
- Rasa tidak enak atau asam Di mulut.
Spesialis jantung Dr dr Muhammad Yamin SpJP (K) Mengungkapkan, ada beberapa tanda serangan jantung dan GERD yang mirip, seperti mual, muntah, nyeri lambung, dan keringat dingin.
“Karena Itu, jangan semua Tanda-Tanda GERD dipastikan hanya GERD. Karena Itu kalau kita misalnya habis Karya, Aktivitasfisik, atau Beban berat terus lambungnya nyeri, apalagi kalau menjalar Di dada, leher, jangan dulu dipastikan GERD,” kata dr Yamin kepada detikcom beberapa waktu lalu.
“Mungkin Saja kalau dia (Tanda-Tanda muncul) pertama ya boleh saja. Kalau sudah berulang-ulang harus dipastikan (Di Ahli Kebugaran). Terutama Untuk orang Di atas 35 tahun dan ada faktor risiko, seperti merokok, hipertensi, kolesterol tinggi, kegemukan, ada keluarga kandung yang jantung, diabetes,” sambungnya.
Sebenarnya, ada Tanda-Tanda khas yang bisa membedakan Di serangan jantung GERD
“Tanda-Tanda serangan jantung yang klasik itu nyeri dada Di Di, menjalar Di leher atau lengan kiri. Dipicu Bersama Karya, Aktivitasfisik, atau emosi. Umumnya reda Bersama istirahat,” katanya.
Kendati emikian, ada 5-10 persen Peristiwa Pidana Hukum yang tidak khas. Tanda-Tanda yang dirasakan bisa berbeda.
“Tapi ada 5 sampai 10 persen tidak khas. Kadang-kadang dia cuman nyeri clekit-clekit. Termasuk engap, kadang-kadang ada yang sesak. Kalau orang tua Bersama diabetes biasanya sesak, bukan sakit,” tuturnya.
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Jangan Panik! Ini Beda Nyeri Dada Lantaran GERD vs Serangan Jantung yang Mematikan











