Belakangan publik diramaikan Dari kabar salah satu model sekaligus Aktor Atau Aktris Sabrina Chairunnisa yang memutuskan Sebagai menjalani prosedur egg freezing atau pembekuan sel telur. Gaya ini langsung memicu rasa penasaran warganet.
“Tadinya aku agak enggan sih Sebagai ceritain semua ini Di social media. But, the I remember, visi-misi terbesarku Untuk bersosial media salah satunya ya empowering women,” ungkap Sabrina Untuk unggahan Di Instagram pribadinya, @sabriachairunnisa_, yang dilihat detikcom, Selasa (26/5/2026).
“Di egg freezing journey aku ini, nggak cuman share Di kalian informasi tentang egg freezing-nya sendiri. Tapi Untuk journey ini, aku juga pengin Karena Itu pengingat buat kita semua. Kalau timeline orang berbeda, bukan berarti mereka terlambat,” lanjutnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Apa Itu Prosedur Egg Freezing?
Spesialis obstetri dan ginekologi Untuk Brawijaya Hospital Antasari, dr M Luky Satria Syahbana Marwali, SpOG, SubspKFER menjelaskan Yang Terkait Bersama prosedur egg freezing.
“Karena Itu, egg freezing itu proses membekukan sel telur. Karena Itu, kita Sebelumnya Itu distimulasi dulu biar sel telur itu benar-benar tumbuh,” jelas dr Luky Pada diwawancarai detikcom Di Jakarta Selatan, Senin (25/5).
Berbeda Bersama proses bayi tabung (In Vitro Fertilization/IVF) biasa, Pada sel telur langsung dibuahi Dari sperma Sesudah diambil. Di prosedur egg freezing, sel telur disimpan Untuk Kebugaran ‘lajang’.
Jika nantinya sel telur tersebut Akansegera dipakai, harus melewati tahap agar sel tersebut cair dan dapat dibuahi Bersama sperma.
“Langsung sel telurnya itu dibuka (diambil), disimpan Di tempat penyimpanan khusus. Nah, itu nanti kalau misalnya mau dipakai sel telurnya, dicairkan, terus dibuahi Bersama sperma, Karena Itu embrio, Mutakhir dimasukin,” bebernya.
Apakah Harus Menjalani Proses Bedah?
Untuk yang membayangkan prosedur ini menyeramkan dan harus Melewati Perabot operasi besar, dr Luky menegaskan egg freezing tidak melibatkan proses pembedahan sama sekali. Metode tindakannya hampir sama Bersama IVF.
Pasien Akansegera diminta melakukan suntik hormon setiap hari Pada kurun waktu 9 hingga 10 hari. Hal ini berfungsi Sebagai menstimulasi Perkembangan sel telur.
“Nanti kalau telurnya sudah gede-gede, disuntik pematang telur, dan 36 jam Sesudah Itu kita ovum pick-up (OPU) atau ambil telur,” tutur dr Luky.
“Terus telur yang didapatkan itu Di-freeze-in langsung atau dibekukan,” lanjutnya.
Sel telur ini nantinya Akansegera disimpan Di Untuk kontainer kriogenik khusus.
Menariknya, masa penyimpanan sel telur ini bisa bertahan sangat lama. Malahan, bisa bertahun-tahun asalkan mampu membayar tempat penyimpanan sel telur tersebut.
Akan Tetapi, dr Luky mengingatkan bahwa ujung Untuk proses pembekuan sel telur ini nantinya tetap Akansegera bermuara Di Langkah bayi tabung ketika sang wanita sudah siap Sebagai hamil.
“Pasti, pasti. Itu sambungannya pasti bayi tabung,” pungkasnya.
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Sabrina Chairunnisa Jalani Egg Freezing, Prosedur Apa Itu?











