loading…
Obligasi pemerintah Amerika Serikat (US Treasury) dinilai Lebihterus berperan Di menentukan arah pergerakan Nilai Mata Uang Nilai Mata Uang Hingga pasar valuta Asing. FOTO/dok.SindoNews
“Imbal hasil dapat menjadi petunjuk mengenai arah dan alasan Hingga balik pergerakan modal Internasional. Walaupun berita dapat memicu volatilitas Di jangka pendek, sering kali selisih imbal hasil lebih berpengaruh Di pergerakan Nilai Mata Uang Di jangka panjang,” demikian disampaikan JustMarkets Di kajian pasar yang dikutip Ke Sabtu (11/7/2026).
Baca Juga: Perdana, Danantara Terbitkan Obligasi Internasional Senilai USD1,5 Miliar
Menurut kajian tersebut, imbal hasil obligasi mencerminkan tingkat keuntungan yang diperoleh investor Di kepemilikan surat utang pemerintah. Ketika imbal hasil Treasury AS Menimbulkan Kekhawatiran, aset berdenominasi Usd menjadi lebih Memikat Agar Mendorong aliran modal masuk Hingga Amerika Serikat dan Memperbaiki permintaan Di Usd AS.
Situasi tersebut turut memengaruhi pergerakan pasangan Nilai Mata Uang utama. Ke pasangan EUR/USD, misalnya, penguatan Usd umumnya terjadi ketika imbal hasil Treasury AS naik lebih cepat dibandingkan obligasi pemerintah Hingga kawasan Eropa. Sebagai Alternatif, penyempitan selisih imbal hasil dapat menopang penguatan euro Di Usd.
Ke Pada Yang Sama, Ke pasangan GBP/USD, arah pergerakan Nilai Mata Uang tidak hanya dipengaruhi Situasi ekonomi Inggris, tetapi juga perbedaan imbal hasil obligasi kedua Bangsa. Jika imbal hasil obligasi Inggris Menimbulkan Kekhawatiran lebih tinggi dibandingkan Treasury AS, Nilai Mata Uang pound sterling Berpotensi Sebagai menguat. Sebagai Alternatif, kenaikan imbal hasil AS yang lebih besar cenderung memperkuat Usd.
Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: Imbal Hasil Obligasi Kian Karena Itu Penentu Utama Pergerakan Valas











