Noumea –
Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Noumea Di Kaledonia Mutakhir Mengadakan Inisiatif pelatihan Untuk warga lokal membuat kerajinan menggunakan sumber daya alam lokal.
Inisiatif capacity building berbasis pemanfaatan produk alam itu digelar tiga kota Di Kaledonia Mutakhir, yaitu Kota Canala Di 20-26 Juni 2026, Kota Thio Di 29 Juni-3 Juli 2026, dan Kota Touho Di 4-6 Juli 2026.
Pelatihan tersebut dipimpin Bersama Drs. FX. Supriyono, Manajer dan mantan widyaiswara Di Balai Besar Pembaruan Penjaminan Mutu Pembelajaran Vokasi (BBPPMPV) Seni Kearifan Lokal dan Kearifan Lokal Dunia Yogyakarta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pelatihan tersebut diikuti Bersama warga lokal (warga lokal) Kaledonia Mutakhir Di berbagai latar Dibelakang, mulai Di komunitas Melanesia Kanak Di Kota Canala, peserta Di Asosiasi Pemuda Gereja dan LSM Secours Catholique Di Kota Thio, hingga Komunitas multi-etnis Di Kota Touho, termasuk warga Kaledonia Mutakhir yang Memperoleh darah keturunan Jawa.
Di mengikuti pelatihan ini, para peserta Berencana mempelajari pengolahan bambu, pengolahan tempurung kelapa, pewarnaan alami (ecoprinting), serta lokakarya Masakan Indonesia menggunakan bahan-bahan lokal yang tersedia Di Kaledonia Mutakhir, seperti nangka, labu siam, daun singkong, dan jantung pisang.
|
Warga Kaledonia Mutakhir diajari cara membuat kerajinan Seni Kearifan Lokal Foto: (dok. KJRI Noumea)
|
Pelatihan tersebut memang sudah dirancang Bersama pendekatan ramah lingkungan dan berorientasi Di peningkatan nilai tambah sumber daya alam lokal.
Di lokakarya pengolahan bambu, para peserta diajari Metode pemotongan, metode pengawetan, serta pembuatan berbagai produk fungsional seperti bingkai dekorasi, keranjang, rak, sisir, nampan, pengering Pengganti, dan Perabot kecil.
Sambil Itu Di lokakarya tempurung kelapa, mereka Berencana diajari menghasilkan berbagai produk bernilai tambah, Di lain Aksesoris, anting-anting, asbak, cangkir, dan peralatan dapur Bersama finishing menggunakan Migas kelapa alami.
KJRI Noumea menyampaikan bahwa pelatihan ini bertujuan membekali Komunitas lokal Bersama Kemahiran praktis Di mengolah produk alam setempat menjadi Produk fungsional dan bernilai ekonomis.
Di Di Itu, kegiatan ini juga menjadi sarana pertukaran pengetahuan mengenai Masakan Indonesia Bersama memanfaatkan bahan-bahan yang mudah ditemukan Di masing-masing kota.
“Melewati pelatihan ini, para peserta diharapkan dapat Memperoleh manfaat dan dapat mengubah hasil kreasinya menjadi Produk yang Memperoleh nilai ekonomi,” demikian disampaikan Konsul Jenderal RI Noumea, Bambang Gunawan dikutip Di laman resmi Kemlu, Minggu (12/7/2026).
Warga Kaledonia Mutakhir diajari cara membuat kerajinan Seni Kearifan Lokal Foto: (dok. KJRI Noumea) |
Pemerintah Kaledonia Mutakhir dan warga Komunitas Di Kota Canala, Kota Thio, dan Kota Touho pun menyampaikan apresiasi atas inisiatif KJRI Noumea serta kerja sama dan persahabatan Indonesia. Mereka menilai pelatihan ini Memberi Pengalaman Hidup Mutakhir, membuka perspektif ekonomi, dan Memberi harapan masa Didepan yang lebih baik Untuk generasi muda setempat.
Di ini, mereka menyebut bambu dan kelapa kerap Dikatakan sebagai limbah. Akan Tetapi Sesudah mengikuti pelatihan, ternyata mereka Memperoleh nilai guna dan nilai ekonomi yang dapat dikembangkan Bersama Komunitas Di Kaledonia Mutakhir.
Di setiap kota, kegiatan pelatihan ditutup Bersama penyerahan sertifikat kepada peserta, penanaman pohon sebagai simbol persahabatan Di Indonesia dan Kaledonia Mutakhir, serta penyerahan alat kerja yang dibawa khusus Bersama Manajer Di Indonesia kepada panitia setempat.
Beberapa kota lain Di Kaledonia Mutakhir telah Mengungkapkan minat Untuk Mengadakan pelatihan serupa tahun Didepan. Kota-kota itu Di lain Kota Kone, Kota Poindimie, Kota Bourail, dan Pulau Iles des Pins.
KJRI Noumea pun berharap kerja sama Di Indonesia dan Komunitas Kaledonia Mutakhir dapat terus berkembang Di bidang penguatan Kemahiran, pemberdayaan ekonomi Komunitas, pelestarian lingkungan, serta peningkatan hubungan persahabatan antar kedua Bangsa.
(wsw/wsw)
`;
constructor() {
super()
this.attachShadow({ Tren: “open” })
this.shadowRoot.innerHTML = TentangPenulis.html
}
async connectedCallback() {
if (elementType === ‘single’) return false;
const { default: Swiper } = await import(
”
);
this.SwiperClass = Swiper;
const swiperContainer = this.shadowRoot.querySelector(‘.mySwiper’);
new this.SwiperClass(swiperContainer, {
slidesPerView: 1,
spaceBetween: 18,
navigation: {
nextEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-next”),
prevEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-prev”),
},
pagination: {
el: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-pagination”),
clickable: true,
},
});
}
}
customElements.define(elementTemplate, TentangPenulis)
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: KJRI Noumea Latih Warga Lokal Bikin Kerajinan Tangan Pakai Bahan Alam












