Majalengka –
Pengendara yang Mutakhir pertama kali melintasi Berjalan Hingga Kabupaten Majalengka biasanya bakal sedikit terkejut. Hingga Di cuaca yang cerah, tiba-tiba hembusan angin datang cukup kuat, padahal tak ada pantai Hingga sana.
Setang Kendaraan Bermotor Roda Dua bergoyang, jaket berkibar, Justru sesekali kendaraan terasa terdorong Hingga Di menjadi hal biasa Hingga Majalengka. Penghayatan itu tak diungkapkan Dari satu atau dua orang yang Mutakhir menginjakkan kaki Hingga Majalengka.
Untuk warga Majalengka, sih angin kencang seolah sudah menjadi Pada Bersama keseharian. Hingga ruas jalan Ke Kertajati, kawasan Jatitujuh, Ligung hingga hamparan persawahan Hingga Area utara, hembusan angin hampir selalu menemani perjalanan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yang Menarik Perhatian, Majalengka bukanlah Area pesisir. Kabupaten ini Justru tidak Memiliki pantai. Lalu, Bersama mana datangnya angin yang begitu kencang?
Menurut Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Kertajati Dyan Anggraeni, angin kencang Hingga Majalengka merupakan Trend Populer yang lazim terjadi setiap musim kemarau.
“Rata-rata Kecepatanakses angin Hingga Majalengka berada Di kisaran 6 sampai 10 knot atau Di 11 hingga 19 kilometer per jam. Untuk satu minggu terakhir, Kecepatanakses angin maksimum yang tercatat Bersama tiga titik pengamatan kami mencapai 26 knot atau Di 48 kilometer per jam,” kata Dyan kepada detikJabar, dikutip Kamis (9/7/2026).
Dia mengatakan Di puncak musim kemarau Kecepatanakses angin Hingga Majalengka dapat Menimbulkan Kekhawatiran hingga mencapai 32 knot atau Di 60 kilometer per jam, Justru lebih Di Situasi tertentu.
Menurut Dyan, penyebab utama angin Hingga Majalengka terasa lebih kencang dipicu Dari faktor alam. Jika dilihat Bersama peta, Pada selatan Majalengka dipagari kawasan pegunungan Bersama Gunung Ciremai yang menjulang.
Sambil Hingga Pada utara terbentang dataran rendah yang didominasi sawah dan lahan terbuka yang membuat hembusan angin melaju tanpa banyak hambatan.
“Majalengka berada Hingga sebelah utara Gunung Ciremai. Di musim kemarau, angin Berencana bergerak menuruni lereng gunung Ke Area Majalengka Bersama membawa sifat angin yang panas, kering, dan berkecepatan tinggi atau yang biasa kita sebut sebagai angin kumbang,” kata dia.
Meski begitu, Dyan mengingatkan Kelompok agar tetap waspada Di angin bertiup kencang. Risiko yang perlu diantisipasi Di lain pohon atau dahan tumbang, baliho roboh, hingga atap bangunan yang rapuh.
“Hindari berteduh Hingga bawah pohon atau papan reklame, jauhi bangunan tua, dan batasi Kegiatan Hingga ruang terbuka. Di Itu, Kelompok juga harus berhati-hati Di melakukan pembakaran Lantaran Situasi angin yang kencang dan cuaca yang kering membuat api lebih mudah menyebar,” kata dia.
(fem/fem)
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Misteri Angin Kencang Majalengka, Tak Ada Laut, tapi Hembusannya Dahsyat











