loading…
Ekonom Fakultas Ekonomika dan Usaha Universitas Gadjah Mada (FEB UGM) Rimawan Pradiptyo Untuk diskusi yang digelar Menteng Kleb Didalam tema ART dan Kedaulatan Bangsa yang digelar Hingga Menteng, Jakarta Pusat, Ke Rabu (6/5/2026). Foto: Istimewa
Ekonom Fakultas Ekonomika dan Usaha Universitas Gadjah Mada (FEB UGM) Rimawan Pradiptyo mengungkapkan analisis Regulatory Impact Assessment (RIA) yang disusun peneliti Fakultas Ekonomika dan Usaha Universitas Gadjah Mada (FEB UGM) menyebut bahwa ART justru Menunjukkan pola hubungan yang tidak seimbang.
Indonesia dinilai memikul lebih banyak kewajiban, Sambil Itu komitmen Untuk pihak Amerika Serikat relatif terbatas. Salah satu temuan utama adalah tidak adanya kewajiban setara Untuk AS Untuk sejumlah klausul penting.
Baca juga: ART Indonesia-AS Dinilai Asimetris dan Berisiko Ke Kedaulatan Ekonomi
Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: ART RI-AS Dinilai Tidak Mencerminkan Prinsip Timbal Balik, Indonesia Tanggung Beban Lebih Besar











