loading…
Sorotan lampu Akansegera menyinari Lapangan MetLife, New Jersey, Di final Trophy Dunia 2026 digelar. Jutaan pasang mata Akansegera tertuju Di duel dua raksasa sepak bola dunia, Spanyol vs Argentina, Senin (20/7/2026) WIB / Foto: Olympics
Sambil panggung hiburan Akansegera dimeriahkan sederet nama besar seperti Shakira, Burna Boy, Madonna, Justin Bieber, hingga BTS. Tetapi, Di balik kemegahan itu, ada kisah yang jauh lebih menyentuh daripada gemerlap panggung.
Kisah tentang sekelompok anak yang pernah tumbuh Di jalanan Uganda, tetapi kini berdiri sejajar Di para superstar dunia. Mereka adalah Ghetto Kids.
Baca Juga: Final Trophy Dunia 2026: Ribuan Fans Terjebak Antrean
Untuk sebagian orang, tampil Di pertunjukan paruh waktu final Trophy Dunia Mungkin Saja hanyalah sebuah penampilan. Tetapi Untuk Ghetto Kids, momen itu adalah akhir Di perjalanan panjang yang dimulai Di gang-gang sempit Di Kampala, dan sekaligus awal Di mimpi Mutakhir yang tak pernah mereka bayangkan Sebelumnya.
Bertahun-tahun lalu, anak-anak itu hanya menari Di jalanan ibu kota Uganda. Tanpa panggung megah, tanpa lampu sorot, Malahan tanpa jaminan masa Didepan. Mereka hanya Memperoleh irama, semangat, dan harapan bahwa suatu hari dunia Akansegera melihat bakat mereka.
Harapan itu perlahan berubah menjadi kenyataan. Video-video tarian sederhana yang mereka unggah Di sudut-sudut Kota Kampala mulai Menarik Perhatian perhatian. Puncaknya terjadi Di 2014 ketika mereka tampil Di video Alunan “Sitya Loss” milik Tokoh Musik Uganda, Eddy Kenzo.
Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: Di Gang Sempit Kampala Ke Panggung Trophy Dunia dan Berduet Di Shakira











