Kebutuhan Publik Sekarang Mencari Kebenaran Materiil Ijazah Jokowi

loading…

Praktisi Hukum Ferdinand Hutahaean menuturkan perdebatan mengenai ijazah Jokowi tak Akansegera menemukan titik temu Di Langkah Rakyat Bersuara iNews, Selasa (8/9/2026). Foto: iNews

JAKARTA – Praktisi Hukum Ferdinand Hutahaean menuturkan perdebatan mengenai ijazah mantan Kepala Negara Joko Widodo (Jokowi) tak Akansegera menemukan titik temu. Sebab, masing-masing pihak menggunakan sudut pandang yang berbeda. Hal ini disampaikan Ferdinand Untuk Langkah Rakyat Bersuara iNews, Selasa (8/9/2026).

Menurut dia, kubu Jokowi lebih banyak Menyoroti pembuktian dugaan pencemaran nama baik, sedangkan Regu Roy Suryo Berorientasi Di pembuktian keaslian ijazah.

Baca juga: Jelang Sidang Roy Suryo, Refly Harun Berharap Majelis Hakim Peristiwa Pidana Ijazah Jokowi Fair

“Dari Sebab Itu debatnya itu enggak Akansegera ketemu sampai kiamat dunia ini. Yang sebelah kiri (narasumber kubu Jokowi) ini mendebatkan soal pembuktian pencemaran nama baik. Yang sebelah kanan (kubu Roy Suryo) ini mendebatkan soal pembuktian ijazahnya asli atau palsu,” ujar Ferdinand.

“Ini sudah dua pokok pidana yang berbeda dan tidak Akansegera pernah ketemu debatnya. Enggak Akansegera pernah ketemu,” sambungnya.

Dia memilih sudut pandang berbeda mengenai polemik ijazah Jokowi yakni mengenai tujuan penegakan hukum. Sebab Perkara Pidana ini bisa mengarah Sebagai mencari kebenaran materiil atau bertujuan memidanakan seseorang.

“Kita ini sebetulnya hukum ini mau diarahkan Hingga mana? Apakah mau mencari kebenaran materiil atau hukum Akansegera diarahkan Sebagai memidanakan seseorang Sebagai menutupi fakta-fakta yang Lagi dicari Dari publik,” katanya.

Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: Kebutuhan Publik Sekarang Mencari Kebenaran Materiil Ijazah Jokowi