loading…
Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat RI Untuk Fraksi Partai Golkar Nurul Arifin. Foto/Tangkapan layar IG @na_nurularifin
Menurut politikus Partai Golkar ini, peringatan yang disampaikan International Labour Organization (ILO) soal dampak AI Di Mutu pekerjaan, ketimpangan digital, dan perlindungan hak pekerja harus menjadi alarm serius Untuk Indonesia.
“Ancaman terbesar AI bukan hanya hilangnya pekerjaan, tetapi berubahnya struktur kerja itu sendiri. Banyak tugas rutin Berencana diambil alih sistem otomatis, Sambil Itu pekerja dituntut Memiliki Kekuatan Mutakhir yang lebih adaptif, kreatif, dan berbasis Ilmu Pengetahuan. Kalau Bangsa tidak hadir menyiapkan transisi ini, maka kesenjangan Berencana Lebihterus lebar,” kata Nurul Untuk keterangannya Di Jakarta, Jumat (1/5/2026).
Berdasarkan kajian ILO, AI tidak hanya memengaruhi jumlah pekerjaan, tetapi juga Mutu kerja, termasuk upah, Kemakmuran Karier, hingga hak pekerja Untuk sistem berbasis Metode. Bangsa berkembang seperti Indonesia Berusaha Mengatasi tantangan ganda: harus mengejar transformasi digital sekaligus menutup kesenjangan infrastruktur dan Kekuatan.
Baca Juga: Prabowo Janjikan Buruh Tidak Ngontrak Lagi
Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: Hari Buruh, Nurul Arifin Dorong Transformasi Pekerja Indonesia Hadapi Era AI dan Transformasi Digital











