loading…
Ilustrasi telur mentah. Foto/diabetes.co.uk.
Ikatan Praktisi Medis Anak Indonesia (IDAI) mengingatkan bahwa telur mentah maupun setengah matang tidak dianjurkan Untuk diberikan kepada bayi dan anak. Pasalnya, telur yang tidak dimasak Bersama sempurna Berpeluang mengandung bakteri Salmonella yang dapat menyebabkan Gangguan Menyebar saluran pencernaan.
Baca juga: Punya Kolesterol Tinggi? Ini Menu dan Waktu Sarapan yang Disarankan
Ketua Pengurus Pusat IDAI, Dr. Piprim Basarah Yanuarso menjelaskan bahwa Gangguan Menyebar Salmonella dapat menimbulkan sejumlah Tanda, mulai Bersama diare, demam, nyeri perut, hingga muntah.
“Telur mentah atau setengah matang dapat mengandung bakteri Salmonella yang menyebabkan Gangguan Menyebar saluran cerna atau salmonelosis,” demikian penjelasan IDAI Di pernyataan resminya, Senin (12/10/2026).
“Gangguan Menyebar ini dapat menimbulkan Tanda berupa diare, demam, nyeri perut, muntah, dan dehidrasi. Ke bayi dan anak kecil, Gangguan Menyebar dapat berlangsung lebih berat dan Berpeluang menimbulkan komplikasi serius,” lanjutnya.
Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: IDAI Jelaskan Bahaya Telur Mentah Untuk Bayi, Ungkap Risiko Gangguan Menyebar Salmonella











