loading…
Komandan Skadron Udara 6 sekaligus PIC Letkol Pnb M. Ravi Rakasiwi menceritakan proses water bombing Di penanganan karhutla. Foto/istimewa
Sebagai penjaga langit Nusantara, TNI AU Menunjukkan komitmen dan kesiapsiagaan penuh Untuk penanganan karhutla. Salah satu cara yang dinilai efektif Untuk dilakukan Untuk penanganan karhutla tersebut yaitu, yap Water Bombing! atau istilah sederhananya “pengeboman air’’.
TNI AU memaparkan bahwa ada lima lokasi karhutla yang Hingga Di Ini ditangani Di metode pengeboman air, seperti Ke Pekanbaru, Riau; Pontianak, Kalimantan Barat; Balikpapan, Kalimantan Timur; Gunung Lawu, Jawa Di; dan Gunung Ciremai, Jawa Barat.
Baca juga: TNI AU Kerahkan 2 Hercules, Angkut 9,6 Ton Bahan OMC Untuk Atasi Karhutla Ke Kalimantan
Menggunakan armada Helikopter H225M Caracal Di Skadron Udara 8 dan NAS-332 Super Puma Di Skadron Udara 6 yang masing-masing dilengkapi fasilitas Bambi Bucket Di kapasitas maksimal 2.950 liter Untuk sekali pick up air.
Ke balik pencapaian misi mulia ini ada cerita Memikat yang menyertainya. Salah satunya Di Untuk cabin NAS-322 Super Puma Di PIC Letkol Pnb M. Ravi Rakasiwi. Komandan Skadron Udara 6 ini berbagi cerita Di ia beserta Skuat melakukan misi penanganan Kebakaran Liar dan lahan Ke Gunung Lawu, Jawa Di.
Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: Kisah Heroik Awak Super Puma TNI AU Padamkan Karhutla











