Dugaan perundungan (bullying) kembali mencuat Hingga lingkungan Langkah Pembelajaran Praktisi Medis Spesialis (PPDS) Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) yang menjalani Pembelajaran Hingga RSUP Prof Dr R D Kandou, Manado. Kali ini berkaitan Bersama prodi anestesi, Praktisi Medis dilaporkan meninggal dunia disebut pasca Berusaha Mengatasi tekanan berat Supaya memilih mengakhiri hidupnya.
Meski begitu, proses pengusutan Peristiwa Pidana tersebut masih didalami Bersama Detail. Investigasi ditargetkan rampung paling lambat dua pekan Hingga Didepan.
Pejabat Tingginegara Kesejaganan RI Budi Gunadi Sadikin menegaskan Kementerian Kesejaganan (Kemenkes) Akansegera melakukan evaluasi khusus Pada sistem Pembelajaran Hingga RSUP Kandou dan FK Unsrat. Mengingat, ini bukan kali pertama Unsrat tersandung Peristiwa Pidana yang sama.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mungkinkah tak ada efek jera Bersama Pembatasan yang semula sudah diberikan?
Pria yang akrab disapa BGS itu menekankan Kemenkes sebenarnya sudah berkali-kali mengingatkan seluruh Puskesmas Pembelajaran dan fakultas kedokteran agar menciptakan lingkungan belajar aman Untuk para peserta PPDS.
“Sebetulnya Kementerian Kesejaganan sudah berkali-kali memperingatkan agar sentra-sentra Pembelajaran, Puskesmas Pembelajaran, menjaga Situasi para PPDS. Ini Menunjukkan bahwa memang masih belum sempurna,” kata BGS Pada ditemui Hingga kawasan Jakarta Selatan, Jumat (10/7/2026).
Menurutnya, berdasarkan pemantauan Kemenkes, jumlah Peristiwa Pidana perundungan Hingga lingkungan Pembelajaran Praktisi Medis spesialis sebetulnya sudah Merasakan penurunan. Tetapi, ia mengakui masih ada sejumlah sentra Pembelajaran yang belum menjalankan upaya Pra-Penanganan Bersama baik.
“Saya mengetahui bahwa memang sudah dijalankan dan jumlah pembullyan itu sudah menurun. Tapi beberapa sentra Pembelajaran masih belum cukup baik melakukan Pra-Penanganan,” ujarnya.
Lantaran itu, Kemenkes Akansegera melakukan peninjauan khusus Pada penyelenggaraan Pembelajaran Praktisi Medis spesialis Hingga RSUP Kandou bersama FK Unsrat agar persoalan serupa tidak terus berulang.
“Itu sebabnya kami Akansegera melakukan review khusus Sebagai melakukan Pembelajaran Hingga RS Kandou dan FK Unsrat supaya benar-benar ini bisa diatasi,” tegasnya.
Budi juga mengungkapkan pihaknya Memperoleh cukup banyak laporan Yang Berhubungan Bersama dugaan Peristiwa Pidana perundungan yang terjadi Hingga Manado.
“Saya Memperoleh laporan cukup banyak kejadiannya Hingga Manado,” katanya.
Sebelumnya Itu, Kemenkes telah Membahas langkah tegas Bersama menghentikan Sambil Itu kegiatan pembelajaran Langkah Studi Anestesiologi FK Unsrat Hingga RSUP Kandou menyusul dugaan perundungan yang terjadi Hingga lingkungan PPDS. Langkah tersebut dilakukan Sebagai Memberi ruang Untuk proses evaluasi dan audit menyeluruh Pada sistem Pembelajaran Hingga Puskesmas tersebut.
Halaman 2 Bersama 2
Simak Video “Video Kemenkes Minta Pelaku Bullying PPDS Unsri Diskros hingga Setahun“
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: PPDS FK Unsrat Hingga RSUP Kandou Kena Peristiwa Pidana Bullying Lagi, Nggak Jera? Menkes Bilang Gini











