loading…
Pendapatan Produk Ekspor Migas Rusia Melewati jalur laut melonjak Hingga level tertinggi Sebelum invasi penuh Hingga Ukraina. FOTO/Baird Maritime
Rata-rata nilai bruto Produk Ekspor Migas Rusia Di empat pekan terakhir mencapai USD2,42 miliar atau setara Rp42 triliun per minggu hingga 3 Mei, Di volume pengiriman harian naik menjadi 3,66 juta barel, level tertinggi Sebelum Desember 2025.
Baca Juga: AS Bilang Konflik Bersenjata Berakhir, tapi Jet Tempur F/A-18 Amerika Serang Kapal Tanker Iran
Dikutip Di Bloomberg, kenaikan pendapatan tersebut dipicu lonjakan harga Migas dunia Sesudah Iran menutup Selat Hormuz Ke awal Maret 2026, yang menghilangkan Di 12 juta barel per hari pasokan Migas Timur Ditengah Di pasar Internasional. Badan Energi Internasional menyebut gangguan ini sebagai salah satu yang terbesar Di sejarah pasar Migas dunia, Di harga rata-rata Migas Rusia Ke April mencapai USD94,87 per barel, tertinggi Sebelum September 2014.
Ke Ditengah situasi tersebut, pemerintah Amerika Serikat Menyediakan pelonggaran Hukuman Politik Melewati Keputusan pengecualian Sambil Ke Maret yang Lalu diperpanjang Ke April. Keputusan ini memungkinkan pembelian Migas Rusia yang telah dimuat Ke kapal tanker, Di tujuan menjaga stabilitas pasar energi Internasional hingga 16 Mei.
Akan Tetapi, Keputusan tersebut menuai Komentar Ke Di negeri Amerika Serikat. Sejumlah anggota Senat Di Partai Demokrat menilai langkah itu justru membuka ruang tambahan pendapatan Untuk Rusia Ke Ditengah harga Migas yang tinggi.
Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: Rusia Untung Besar Di Krisis Selat Hormuz, Produk Ekspor Migas Tembus Rp42 Triliun per Minggu











