Bisnis  

Saham Syariah Disebut Lebih Bertahan Banting Di Di Tekanan Pasar

loading…

Bursa Efek Indonesia (BEI) menilai instrumen saham berbasis syariah Memperoleh daya Bertahan yang relatif lebih kuat Di pasar saham domestik Di Merasakan tekanan. Foto/Dok

LOMBOK – Bursa Efek Indonesia (BEI) menilai instrumen saham berbasis syariah Memperoleh daya Bertahan yang relatif lebih kuat Di pasar saham domestik Di Merasakan tekanan. Ketahanan tersebut ditopang Dari karakteristik portofolio yang terbebas Bersama sektor perbankan konvensional serta ketiadaan transaksi berbasis margin.

Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik menjelaskan bahwa ketiadaan emiten perbankan konvensional Di Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) membuat saham syariah relatif minim Bersama dampak koreksi tajam yang kerap Mengamuk sektor perbankan Di Situasi pasar tertekan.

“Kalau kita lihat memang demikian, Pak, ya baik Bersama sisi produknya ya maupun Bersama sisi investornya, daya tahannya harusnya lebih baik yang Di syariah,” kata Jeffrey Di Capital Market Journalist Workshop Media Gathering 2026 Di Lombok, Sabtu (31/10/2026) malam.

Baca Juga: Tips MotionTrade: Kenalan Bersama 5 Indeks Saham Syariah

Jeffrey menambahkan, faktor lain yang memperkuat daya Bertahan pasar syariah adalah profil transaksi investornya. Sebab bertransaksi sesuai prinsip syariah, investor tidak memanfaatkan fasilitas pinjaman berbasis bunga seperti transaksi margin.

Hal ini meminimalkan risiko eksekusi margin call maupun penjualan paksa (forced sell) Di harga saham bergejolak. “Investor syariah tentu Akansegera bertransaksi saham tanpa riba, apalagi margin, ya Dari Sebab Itu tentu tidak ada risiko margin call atau force sell,” jelasnya.

Penilaian Di ketahanan saham syariah ini mengemuka Di Di tekanan pasar saham nasional. Merujuk data bursa, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada Di level 5.266,13 per 26 Oktober 2026, atau terkoreksi 39,80% Sebelum awal tahun (year-to-date).

Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: Saham Syariah Disebut Lebih Bertahan Banting Di Di Tekanan Pasar