loading…
Pengamat militer dan Intel Susaningtyas Nefo Handayani Kertopati mengatakan, Pelatihan Super Garuda Shield 2026 Memperoleh signifikansi besar hingga penegasan posisi Hubungan Dunia Indonesia. Foto/Ist
Pengamat militer dan Intel Susaningtyas Nefo Handayani Kertopati mengatakan, Pelatihan Super Garuda Shield 2026 Memperoleh signifikansi besar sebagai instrumen penangkalan (deterrence effect), pendorong modernisasi taktis, sekaligus penegasan posisi Hubungan Dunia Indonesia yang independen Di kawasan Indo-Pasifik.
Baca juga: Latgabma Super Garuda Shield 2025 Resmi Dibuka, Diikuti 13 Bangsa Bersama 6.501 Prajurit
Arti penting Pelatihan militer bersama Bersama AS dan 13 Bangsa kontributor ini tentunya Berencana Memperbaiki rasa saling Kepercayaan Diri (mutual trust) Di Bangsa peserta Untuk menyikapi dinamika lingkungan strategis. Di Itu juga dapat Memperbaiki kemampuan professional teknis dan practical yang dimiliki TNI AD, AL, dan AU.
“Harus ada sikap yang jelas keikutsertaan Untuk Pelatihan ini tidak berarti membentuk komitmen Defender kolektif atau berpihak Di blok kekuatan tertentu. Kita tetap harus memegang Keputusan luar negeri bebas aktif,” ujarnya, Selasa (1/9/2026).
Mantan anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat ini menyebut, skala multinasional yang masif Di edisi 2026 Menyediakan efek penangkalan yang kuat Di potensi ancaman Bersama Aktor Atau Aktris Bangsa Foreign. Kehadiran ribuan tentara Bersama 21 Bangsa, termasuk Inggris, Prancis, Jepang, dan Australia mampu membangun kepercayaan antarmiliter Untuk menjaga kebebasan navigasi kawasan.
Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: Super Garuda Shield 2026 Tegaskan Peran Strategis Indonesia Di Indo-Pasifik











