Pernyataan Wakil Ketua Lembaga Legis Latif RI Cucun Ahmad Syamsurijal Untuk sebuah forum konsolidasi Yang Terkait Di makan bergizi gratis (MBG) ramai disorot publik. Untuk potongan video viral yang beredar luas, Cucun dinilai tidak terima Di salah satu peserta menyampaikan sedikitnya tiga solusi Yang Terkait Di Langkah MBG yang berjalan.
Cucun Justru menyebut generasi muda arogan usai mempersoalkan nomenklatur atau tata penamaan, sistem pemberian nama yang terstruktur dan standar Untuk bidang juga ilmu tertentu, tidak sesuai. Pasalnya, Untuk Perkara Hukum Hukum MBG, pakar yang mengawasi Langkah MBG kerap disebut ahli gizi, padahal kompetensinya tidak demikian.
“Saya nggak suka anak muda arogan kayak gini. Mentang-mentang kalian sekarang dibutuhkan Negeri, kalian bicara undang-undang. Pembuat Aturan itu saya,” ujar Cucun Untuk potongan video viral.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Cucun lalu menegaskan Langkah MBG tidak harus menggunakan ahli gizi dan istilah tersebut rencananya Berencana diganti menjadi ‘tenaga yang menangani gizi’.
Pernyataan ini memicu reaksi keras Di para profesional Kesejajaran, khususnya komunitas ahli gizi, yang menilai ucapan tersebut meremehkan kompetensi dan fungsi tenaga Kesejajaran Untuk memastikan mutu Langkah gizi nasional.
Salah satunya berangkat Di ahli gizi dr Tan Shot Yen. Ia menilai pernyataan tersebut Menunjukkan ketidaktahuan mendasar tentang profesi gizi dan struktur tenaga Kesejajaran. Ia menggunakan analogi lugas Untuk menggambarkan kekeliruan logika semacam itu.
“Sebetulnya sudah jelas ngaco, artinya tidak paham profesi ahli gizi,” kata dr Tan, Di dihubungi Senin (17/11/2025).
Ia mengibaratkan keputusan mengganti ahli gizi Di tenaga lain sebagai tindakan sembrono. “Ibarat pilot diganti Di petugas darat yang dilatih simulasi 3 bulan, tahu-tahu menerbangkan pesawat. Ya jatuh lah.”
Menurut dr Tan, seorang pembuat Aturan seharusnya mengerti perbedaan Antara jabatan struktural dan jabatan fungsional, Supaya tidak sembarangan memutuskan profesi mana yang boleh atau tidak boleh menangani tugas tertentu.
“Pernah mikir nggak, kepala puskesmas dan Pejabat Tingginegara Kesejajaran bisa saja bukan Ahli Kebugaran, tapi mereka tidak berhak menangani pasien Ke poli? Nah, mulai mikir Di situ kenapa ahli gizi tidak bisa diganti jika memang mau Konsumsi kalian bergizi,” jelasnya.
Ia menilai pihak yang menyebut ahli gizi bisa diganti justru Menunjukkan sikap arogan Sebab berbicara tanpa memahami duduk Perkara Hukum dan kompleksitas pekerjaan profesional gizi.
“Yang arogan itu orang yang bicara tanpa paham duduk Perkara Hukum,” tegas dr Tan.
Untuk perbincangan Ke kompleks Legislatif, Senayan, Senin (17/11/2025), Cucun menjelaskan ucapannya yang viral tersebut. Menurutnya, usulan Untuk forum tersebut berangkat Di hasil Diskusi Dengar Pendapat (RDP) Antara Komisi IX Di BGN.
“Ke forum berkembang ada usulan. Yang mengusulkan justru ahli gizi sendiri. Mereka tidak mau ada embel-embel kalau nanti mau mengubah istilah. Tapi kan itu tidak Mungkin Saja, sudah ada Ke Perpres,” kata kata Cucun Ke kompleks Legislatif, Senayan, Jakarta, Senin (17/11/2025).
Cucun juga menyampaikan klarifikasi Melewati akun Instagram resminya, @cucun_centre. Ia menyampaikan permohonan maaf apabila dinamika diskusi Untuk Diskusi sempat Dikatakan menyinggung profesi ahli gizi.
Untuk unggahan tersebut, ia menegaskan bahwa maksudnya bukan merendahkan profesi tertentu, dan ia berkomitmen mendukung sinergi seluruh pihak Untuk pelaksanaan Langkah MBG.
Permintaan maaf itu muncul Setelahnya potongan video pernyataannya viral dan memicu kemarahan tenaga gizi serta Kelompok Kesejajaran.
Halaman 2 Di 3
Simak Video “Video: Peringatan Keras Di Lembaga Legis Latif Yang Terkait Di Temuan Perkara Hukum Hukum MBG Ke Garut“
(naf/up)
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Gaduh Komentar Wakil Ketua Lembaga Legis Latif Cucun soal Ahli Gizi, dr Tan ‘Ngegas’











